Gubernur Buka Hari Pangan Sedunia Di Seruyan

oleh

Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo secara resmi membuka peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Rabu. <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Seruyan itu juga dihadiri sejumlah kepala daerah dan pejabat dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng.<br /><br />Hadi Prabowo dalam sambutannya mengatakan, Peringatan HPS 2015 oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dimaknai dengan perlindungan sosial dan pertanian guna memutus siklus kemiskinan di pedesaan.<br /><br />Tema HPS ke-35 ditetapkan "Pemberdayaan Petani Sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan", sedangkan tema tingkat Kalteng "Sukseskan Kalteng Besuh Menuju Kalteng Berdaulat Pangan." Ia menjelaskan, kedaulatan pangan diartikan sebagai kemampuan suatu bangsa untuk menjamin seluruh penduduknya memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup, kualitas layak dan aman yang didasarkan pada optimalisasi pemanfaatan keragaman sumberdaya domestik.<br /><br />"Kegiatan HPS tahun ini hendaknya dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik di tingkat wilayah maupun tingkat lokal, khususnya tingkat rumah tangga," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, sesuai konsep tersebut, maka fokus perhatian dalam mewujudkan kedaulatan pangan bangsa haruslah dimulai dari rumah tangga, agar kemampuannya dalam menyediakan bahan pangan dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan sumberdaya di sekitarnya.<br /><br />"Sementara pemerintah juga harus terus berupaya untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung faktor produksi pangan lainnya," katanya.<br /><br />Dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan ditingkat rumah tangga di "Bumi Tambun Bungai", mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah ini mengajak masyarakat bahu membahu melakukan percepatan pembangunan ketahanan pangan yang dimulai dari rumah tangga.<br /><br />"Berbagai potensi sumberdaya yang tersedia di sekitar kita dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keragaman produksi pangan, yang dikelola dengan berbagai inovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan produk makanan olahan berbasis pangan lokal," katanya. (das/ant)</p>