Gubernur Dukung Kampung Budaya

oleh
oleh

Gubernur Kalbar Cornelis meresmikan kampung budaya di Desa Tapang Semadak, Sabtu (28/1/2012) sore. Cornelis berkesempatan berbelanja aneka kerajinan lokal di toko seni yang berdiri dalam kampong budaya. Ambing dan keranjang berbahan baku rotan menjadi pilihan Gubernur. <p style="text-align: justify;">Jajaran pengurus CU Keling Kumang mendapat apresiasi tinggi dari Cornelis karena telah mampu memulai pembangunan kampong budaya. Masyarakat telah memberi perhatian besar terhadap budaya. Ekonomi rakyat dapat meningkat bila mampu mengelola budaya. <br /><br />“Pemerintah terbantu dengan pengurangan pengangguran,” ucap dia.<br /><br />Bupati Sekadau Simon Petrus beserta wakilnya Rupinus dan Sekda Yohanes Jhon turut hadir pada peresmian tersebut. Sementara peserta mencapai 1.000 orang. Cornelis menyebut CU Keling Kumang telah mendahului niatnya membangun kampong budaya. Bahkan proses pembangunan kampong budaya di Pontianak terkendala politis dan gugatan hukum. <br /><br />“Tetapi saya meminta pembangunan maju terus,” sebutnya.<br /><br />Lebih jauh, Gubernur mendeklarasikan dukungan terhadap pembangunan kampong budaya di depan kantor pusat CU Keling Kumang tersebut. Cornelis berkeyakinan jika kampong budaya senantiasa berfungsi maka masyarakat Sekadau dan sekitarnya bertambah maju. <br /><br />“Kesejahteraan semakin cepat tercapai,” kata dia.<br /><br />Senada, Bupati Sekadau Simon Petrus menyebut kampong budaya sebagai mitra pemerintah dalam melestarikan kearifan-kearifan lokal Bumi Lawang Kuari. Pembangunan kampong budaya sudah pada tahap yang tepat. Pemda berusaha membantu semampunya. <br /><br />“Lokasi perlu dilengkapi agar menarik,” ujarnya.<br /><br />Kesempatan sama, Ketua Dewan Pengurus CU Keling Kumang Munaldus memastikan pembangunan kampong budaya sebagai inisiatif anggota. Mini market dan toko seni yang telah berdiri masih sebagian dari kampong budaya. “Ini masih tahap pertama,” beber dia.<br /><br />Ke depan, Munaldus menurutkan pembangunan rumah betang di kampong budaya. Semua itu mengaktualisasikan budaya Sekadau, Sintang, dan Melawi. Kampung budaya turut menjadi objek wisata. <br /><br />“Akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” cetus dia.<br /><br />Sementara itu, General Manajer CU Keling Kumang Yohanes RJ menceritakan kalau tingkat konsumtif anggota sudah mulai berkurang dan beralih kepada produktif. Ini menjadi pertanda baik dan kampong budaya mengakomodir anggota berjiwa wirausaha dan pedagang. Kampung budaya juga menjadi wisata yang layak dibanggakan. <br /><br />“Milik semua anggota untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya. <br /><br />Ditemui di toko seni saat berbelanja syal dan tas bercorak Dayak, Lusia Siti menyebut kampong budaya sebagai jawaban terhadap pemasaran hasil seni lokal. Ia berkeyakinan pelaku seni dan pengrajin semakin termotivasi untuk berkarya. Hatinya sangat bangga dengan pembangunan kampong budaya di Sekadadau. <br /><br />“Ke depan lebih baik lagi,” kata dia.<strong> (phs)</strong></p>