Gubernur : Indonesia Akan Menjadi Produsen ANP

oleh

Gubernur Kalimantan Timur, H.Awang Faroek Ishak, menargetkan dalam 2-3 tahun mendatang Indonesia akan menjadi produsen terbesar Ammonium Nitrate Prill ANP) didunia. <p style="text-align: justify;"><br />"Keinginan Indonesia menjadi produsen ANP akan menjadi kenyataan, seiring akan berproduksinya pabrik di Bontang pada tahun ini, kata Gubernur H.Awang Faroek Ishak, Jumat.<br /><br />Menurut Gubernur Awang Faroek Ishak, produksi Ammonium Nitrate Prill dari Bontang, sebesar 300.000 – 400.000 ton/tahun, akan menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil Amonium Nitrat, dan akan mengalahkan beberapa negara produsen Amonium Nitrat lainnya seperti dari Asia, Australia dan Afrika.<br /><br />"Ke depan pemerintah tidak perlu lagi mengimpor Amonium Nitrat, karena kebutuhan nasional akan terpenuhi," katanya.<br /><br />Jika nanti Indonesia mampu menjadi produsen terbesar amonium nitrat dunia, tentunya yang akan merasakan dampak ekonomi adalah masyarakat Bontang. "Efek dari hadirnya proyek ini meningkatkan ekonomi masyarakat dan tentunya masyarakat sekitar akan menjadi tenaga kerja," katanya.<br /><br />Awang Faroek menambahkan, perusahaan kontraktor nasional PT Rekayasa Indusrtri, yang mengerjakan pabrik itu akan menyelesaikan tepat waktu, yakni Juli 2011.<br /><br />"Mega proyek dengan nilai investasi sebesar 450 juta dolar AS, Amonium Nitrat Bontang akan mampu memenuhi kebutuhan ANP nasional," ujar mantan Bupati Kutai Timur itu.<br /><br />Sebelumnya, Manajer Project Ammonium Nitrate Prill, PT Rekayasa Industri, Gito Waluyo mengatakan, proyek dengan nilai 174 juta dolar AS dari PT Kaltim Nitrate Indonesia merupakan afiliasi dari Orica Pty Ltd dari Australia dengan nilai Investasi sekitar 450 juta dolar AS.<br /><br />"PT Rekayasa Industri akan menargetkan rampung pada Juli 2011 dengan produksi perdana 40 persen hingga 50 persen dari kapasitas pabrik sebesar 300.000 ton per tahun," katanya.<br /><br />Menurut Gitu Waluyo, pembangunan pabrik ini juga disebut telah sesuai standarisasi Medical Treatment Injury (MTI), yang membuat teknologi pembangunan pabrik Rekind diakui dunia. MTI sendiri merupakan standar keamanan yang digunakan di dunia yang sangat menekankan keamanan sebagai prioritas utama.<br /><br />"Dengan selesainya proyek ini, diharapkan mulai 2011 Indonesia tidak perlu mengimpor lagi nitrat," katanya.<br /><br />Karena selama ini kebutuhan amonium nitrat di Indonesia masih dipenuhi dari impor, yakni Afrika Selatan, China, Thailand, Australia dan Filipina. <strong>(das/ant)</strong></p>