Gubernur Jatim "Gregetan" Terhadap Warga Porong

oleh

Gubernur Jawa Timur Soekarwo merasa "geregetan" terhadap sikap warga yang tinggal di 45 RT terdampak luapan lumpur panas PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. <p style="text-align: justify;">Gubernur Jawa Timur Soekarwo merasa "geregetan" terhadap sikap warga yang tinggal di 45 RT terdampak luapan lumpur panas PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.<br /><br />"Terus terang, saya geregetan terhadap sikap mereka. Jauh sebelum mereka meminta, saya sudah menolongnya dengan mengajukan usulan kepada Presiden," katanya di Surabaya, Sabtu.<br /><br />Namun, di saat Gubernur memperjuangkan nasib warga 45 RT agar mendapatkan ganti rugi dari pemerintah itu, tiba-tiba mereka berunjuk rasa dengan cara menutup Jalan Raya Porong sehingga mengakibatkan jalur lalu lintas ruas Pasuruan-Sidoarjo macet total.<br /><br />"Hal itulah yang membuat kami geregetan. Mereka tidak tahu bahwa usulan kami sedang diproses Presiden," kata Gubernur.<br /><br />Gubernur akan memanggil perwakilan warga 45 RT itu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (30/5) depan, untuk menjelaskan persoalan proses ganti rugi itu.<br /><br />"Presiden dan beberapa menteri sudah menyetujui permohonan kami. Hanya, untuk mengeluarkan dana APBN itu butuh pertanggungjawaban," katanya.<br /><br />Salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam mengeluarkan dana APBN, lanjut dia, adalah hasil uji seismik yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.<br /><br />Selama ini, mereka dinyatakan berada dalam wilayah terdampak berdasarkan penelitian dan uji seismik yang dilakukan oleh pihak Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).<br /><br />"Apakah benar-benar wilayah mereka ambles akibat semburan lumpur itu atau tidak harus dilakukan uji seismik oleh lembaga negara," kata Gubernur.<br /><br />Sebelumnya, warga 45 RT di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Desa Pamotan, dan Desa Mindi, Kecamatan Porong, memblokade Jalan Raya Porong dengan menggunakan batu dan spanduk, Kamis (26/5).<br /><br />Mereka menuntut pembayaran ganti rugi tanpa harus melalui uji seismik oleh Badan Geologi karena dikhawatirkan hasilnya berbeda dengan hasil penelitian Unair dan ITS.<br /><br />Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sebelumnya juga meminta mereka tidak melakukan cara-cara seperti itu dalam menyampaikan aspirasinya.<br /><br />"Demo silakan, tapi jangan menutup jalan seperti kemarin itu. Aksi menutup jalan itu sangat mengganggu hajat hidup orang banyak. Masyarakat tidak bisa beraktivitas," katanya di Surabaya, Jumat (27/5).(Eka/Ant)</p>