Gubernur: Kalbar Aman Dari Teroris-Konflik Horizontal

oleh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyatakan, provinsi itu hingga kini aman dari ancaman teroris dan konflik horizontal sehingga aman pula untuk investasi di segala bidang. <p style="text-align: justify;">"Sejak kepemimpinan saya Kalbar aman dari konflik horizontal," kata Cornelis di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, selain aman dari teroris, konflik horizontal, Kalbar juga aman dari kelompok-kelompok radikal dan kelompok yang mengatasnamakan dari Negara Islam Indonesia (NII).<br /><br />"Provinsi Kalbar terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama tetapi bisa hidup secara rukun dan damai sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).<br /><br />Meski pun Kalbar relatif aman, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga Kamtibmas di lingkungan masing-masing agar tidak disusupi oleh aktivitas teroris, kelompok radikal, NII yang menginginkan Kalbar menjadi tidak aman.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengajak masyarakat untuk memerangi organisasi yang menamakan dirinya NII salah satunya dengan membentengi generasi penerus agar bermoral dan berahlakul karimah.<br /><br />"Meski pun secara terbuka kegiatan NII di Kota Pontianak dan sekitarnya tidak tampak, tetapi tidak salahnya kita antisipasi sejak dini dengan melakukan dakwah-dakwah yang sifatnya bisa membentengi anak-anak muda supaya tidak mudah terpengaruh," katanya.<br /><br />Ia mengajak, ulama maupun organisasi umat Islam yang ada di Kota Pontianak untuk menanggulangi gerakan cuci otak seperti yang dilakukan oleh NII dan JAI. "Kalau melihat gerakan NII dan JAI hendaknya cepat diselesaikan sebelum menjadi polemik yang besar dan berkepanjangan," ujarnya.<br /><br />Biarpun baru satu orang yang terlibat gerakan sesat itu tetapi cepat ditangkal sebelum menjadi tindakan radikalisme seperti kasus-kasus JAI.<br /><br />"Alhamdulillah gerakan cuci otak NII di Pontianak belum ada, tetapi kita tetap harus waspada dengan membentengi anak-anak dengan akidah yang baik," kata Sutarmidji.<strong> (das/ant)</strong></p>