Gubernur Kalbar : Jangan Mainkan Data Pemilih

oleh
oleh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengingatkan penyelenggara Pemilu untuk tidak memainkan data mengenai pemilih pada pilkada mendatang. <p style="text-align: justify;">"Jangan sampai rakyat tidak terdata. Jangan daftar pemilih tetap menjadi sumber keributan," kata Cornelis saat penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) Gubernur – Wagub Kalbar tahun 2012 di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia mencontohkan, di daerah tertentu adalah mayoritas pendukung A, kemudian jumlah pemilihnya dikurangi atau dicoret.<br /><br />Ia menambahkan, KPU selaku penyelenggara harus menjalankan seluruh tahapan secara profesional.<br /><br />Gubernur meminta masyarakat juga proaktif dalam pendataan tersebut. "Daerah terpencil, kepulauan, terluar, pedalaman, jangan sampai mereka tidak terdata. Tapi terkadang masyarakat tidak terlalu perduli," ucap Cornelis.<br /><br />Padahal, ujar dia, pendataan penduduk sangat penting dan strategis bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.<br /><br />Ketua KPU Kalbar AR Muzammil menegaskan selaku penyelenggara Pemilu harus bekerja secara independen.<br /><br />"Mulai dari tingkat atas sampai bawah. Termasuk anggota di lingkungan KPU Kalbar," tuturnya.<br /><br />Kepala Biro Kependudukan dan Capil Setda Provinsi Kalbar, Sopiandi mengatakan, jumlah data DP4 yang diserahkan itu sebanyak 3.639.810 jiwa pemilih atau 69,55 persen dari total penduduk Kalbar sebanyak 5.233.586 jiwa.<br /><br />"Data tersebut merupakan data potensial penduduk yang bersumber dari ‘database’ kependudukan berbasis sistem administrasi kependudukan terpadu pada dinas terkait di kabupaten/kota dan biro provinsi," papar Sopiandi.<br /><br />Data tersebut diserahkan oleh bupati/wali kota kepada Gubernur dan dari Gubernur kepada Ketua KPU Provinsi Kalbar.<br /><br />Ia melanjutkan, datanya akan berubah secara dinamis dalam kurun waktu sekitar 5 bulan (dari 23 April sampai 20 September 2012) karena temuan faktual.<br /><br />Misalnya, penduduk belum berusia 17 tahun tetapi telah menikah, pindah ke luar negeri, meninggal dunia, menjadi aktif sebagai anggota TNI/Polri atau pensiun dari TNI/Polri.<br /><br />Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, saat pemutakhiran data, terdapat 63 ribu data penduduk yang ganda dan dipilah menjadi 13 ribu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>