Gubernur Minta Guru Perbatasan Tidak Mogok

oleh
oleh

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meminta supaya guru-guru yang ada di wilayah perbatasan untuk tidak melaksanakan niatnya melakukan mogok mengajar. Hal tersebut disampaikan Cornelis, guna menanggapi rencana ancaman mogok dari guru diwilayah perbatasan terkait masalah tunjangan daerah perbatasan yang belum diterima. <p style="text-align: justify;">“Saya mohon para guru jangan melakukan itu, apalagi para guru ini adalah PNS,” kata Cornelis, Jumat (25/11/2011) di GOR Apang Semangai.<br /><br />PNS, lanjutnya sudah disumpah sebagai penyelenggara negara dan pemerintahan serta birokrasi yang harus bertanggung jawab dalam tugasnya.<br /><br />Ditambahkan, jika dibandingkan dengan tenaga peneliti bahkan Gubernur, pendapatan para guru sangat tinggi.<br /><br />“Kalau bicara puas, memanglah tak ada yang bisa mengukur tingkat kepuasan, namun saya dapat katakan bahwa pendapatan atau gaji guru lebih tinggi dibanding gaji seorang Gubernur ataupun peneliti di LIPI,” ungkap Cornelis.<br /><br />Dirinya kembali menegaskan pernyataan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, bahwa profesi guru adalah pekerjaan yang mulia.<br /><br />Kepada para wartawan, usai acara puncak HUT PGRI dan Peringatan hari Guru nasional tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Gubernur menyatakan terkait dengan masalah tunjangan guru perbatasan ini, pihaknya akan melakukan pengecekan data.<br /><br />“Jadi masalah ini kita akan cek dulu karena ini menyangkut uang dan sangat sensitif,” ujarnya.<br /><br />Dirinya mengungkapkan, jika persoalan tunjangan ini merupakan kewenangan dari pusat, sedangkan provinsi sifatnya hanya melakukan back-up sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Gubernur juga berjanji, untuk guru-guru yang belum mendapatkan tunjangan di 2011, akan di akomodir pada anggaran 2012.<br /><br />“Yang terpenting para guru ini tidak perlu melakukan ancaman mogok,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>