Gubernur: MP3EI Bermanfaat Nyata

oleh

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meyakini, semua proyek dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di provinsi itu dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi. <p style="text-align: justify;">"Kami yakin bahwa MP3EI akan memberikan manfaat yang nyata. Pertama, ekonomi tetap tumbuh di tengah ekonomi dunia yang saat ini masih belum stabil," ujar Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek di Samarinda, Senin.<br /><br />Selain itu pembangunan infrastruktur dan sektor riil di seluruh Indonesia dalam kerangka MP3EI, akan membuka lapangan pekerjaan dan pemerataan pembangunan. Ke tiga pembangunan infrastruktur akan menjadi pilar konektivitas domestik.<br /><br />Oleh karena itu, lanjut dia, maka MP3EI harus sukses. Untuk menentukannya harus ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN atau BUMD, dan Swasta, tidak terkecuali dari kalangan perbankan.<br /><br />Peran perbankan terhadap pembangunan daerah sangat penting, karena pemerintah tidak mungkin hanya mengandalkan APBD dan APBN sebagai sumber dana untuk pembiayaan pembangunan.<br /><br />Gubernur mengatakan, pada 24 Oktober 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meresmikan Pelabuhan Internasional Petikemas Kariangau di Balikpapan dan Pembangunan Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau.<br /><br />Saat itu juga dilakukan peletakan batu pertama enam proyek pembangunan, yaitu pabrik Pupuk Kaltim V di Bontang, pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.<br /><br />Kemudian pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) di Samarinda, pembangunan kawasan Industri dan pelabuhan Internasional Maloy di Kabupaten Kutai Timur dan pembangunan Jembatan Kembar Sungai Mahakam di Samarinda.<br /><br />Secara keseluruhan, proyek yang diresmikan maupun proyek yang telah dilakukan peletakan batu pertama itu dengan total Rp19 triliun.<br /><br />Di samping proyek-proyek tersebut, ke depan masih dalam kerangka MP3EI akan dilakukan pula pembangunan jembatan Pulau Balang dengan bentang sepanjang 1.344 meter, pembangunan rel kareta api dari Muara Wahau hingga Lubuk Tutung dengan panjang 135 kilometer, pembangunan Coal Terminal terbesar di Pulau Miang Besar, Kutai Timur dan sejumlah proyek MP3EI lainnya.<br /><br />Terkait pengembangan sejumlah proyek tersebut, dia meminta kepada kalangan perbankan turut sama-sama mensukseskan, yakni yang diarahkan pada terciptanya kemudahan akses keuangan dan bisnis bagi para pelaku usaha, baik akses untuk UMKM maupun yang berskala besar. <strong>(das/ant)</strong></p>