Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang SH mengatakan, meningkatnya konsumsi dan peredaran narkoba adalah sebuah ancaman bagi keutuhan hidup bangsa. <p style="text-align: justify;">"Dengan semakin banyak mereka yang mengkonsumsi narkoba, khususnya di kalangan remaja dan orang-orang muda, maka dengan mudah bisa kita perkirakan bagaimana kehancuran kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan," kata Agustin Teras Narang, pada Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2011 di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Selasa.<br /><br />Menurut dia, fenomena meningkatnya aksi peredaran dan konsumsi narkoba, tak lain adalah sebuah ancaman untuk merenggut masa depan generasi muda bangsa saat ini.<br /><br />Dalam hal ini pula pihaknya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada perorangan maupun organisasi yang telah menunjukkan kinerja yang luar biasa, telah melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.<br /><br />"Dalam hal ini saya mengajak masyarakat luas termasuk para penyelenggara negara, pemerintahan untuk bersama-sama memeranggi narkoba," ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, ada lima kategori kegiatan dalam memerangi narkoba, mulai dari pencegahan, penegakan hukum, terapi dan rehabilitasi, melakukan ‘alternative development’, penelitian pengembangan, dan informatika sebagaimana yang menjadi program kerja Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalteng beserta jajaran Polda Kalteng.<br /><br />"Untuk itu marilah kita tingkatkan intensitas dan ekstensitasnya agar hasilnya lebih nyata dan lebih baik. Pemberantasan kejahatan narkoba bukan hanya tugas BNN dan BNP Kalteng semata, tugas besar itu adalah tanggungjawab kita semua, termasuk para orangtua, para pendidik, para pemimpin agama, tokoh masyarakat, pimpinan dunia usaha, jajaran pemerintah, dan tentunya jajaran penegak hukum," terangnya.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam pemberantasan Narkoba perlu perhatian khusus mulai dari tingkat kota hingga desa, termasuk lingkungan sekolah dan kampus perguruan tinggi. Hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kompleksitas permasalahan membuat subur dan cepat berkembangnya kejahatan dan penyalahgunaan narkotika.<br /><br />"Hal ini juga telah merasuki hingga ke desa-desa di Kalteng, oleh karena itu mari kita cegah berantas, selamatkan wilayah kita beserta penduduknya dari ancaman narkoba," tegasnya.<br /><br />Terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigjend Pol Drs H Damianus Djeky mengatakan, ada tiga daerah peredaran narkoba di Kalteng yang menjadi perhatian kepolisian. Ketiga daerah itu adalah, Kota Palangka Raya, Sampit dan Kapuas.<br /><br />"Pengguna narkoba pada umumnya berusia diatas 30 tahun, kebanyakan dari pekerja swasta. Sedangkan jenis narkoba yang banyak beredar di Kalteng adalah jenis sabu-sabu," tandasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














