Gubernur: Nasdem Tiang Demokrasi Bangsa

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menyatakan, Nasional Demokrat (Nasdem) merupakan salah satu tiang demokrasi bangsa Indonesia. <p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu tiang demokrasi bangsa Indonesia akan berguna dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, katanya di Palangka Raya, Minggu.<br /><br />Teras Narang menyampaikan ucapan selamat kepada Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nasdem, Partai Nasdem yang telah mampu mendirikan rumah restorasi di daerah tersebut.<br /><br />Gubernur mengatakan, rumah restorasi itu adalah bagaikan satu bagian pembangunan yang dikatakan di Kalteng dengan membangun "jihi" atau suatu tiang.<br /><br />Menurut dia, tiang yang didirikan itu memperlihatkan bahwa semua warga negara Indonesia mempunyai kepedulian membangun bangsa dan negaranya agar jauh lebih baik di masa mendatang.<br /><br />"Tekad tersebut adalah tekad bersama, keinginan bersama, semangat bersama. Karenanya, saya menyambut baik dibangunnya tiang Partai Nasdem, Ormas Nasdem di ‘Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila’," katanya.<br /><br />Dia mengharapkan, apa yang dilakukan dapat memberikan suatu yang positif untuk mendukung pembangunan di Kalteng.<br /><br />"Saya yakin dan percaya, dengan dibantu tiang-tiang yang ada, termasuk Partai Nasdem dan Ormas Nasdem, saya tidak akan gentar untuk membangun Provinsi Kalteng," tegasnya.<br /><br />Ketua Dewan Pakar DPP Nasdem Hari Tanoesoedibyo mengatakan, ada suatu sebab tentunya ada akibat. Itu yang menyebabkannya aktif dan secara tulus bergabung di Partai Nasdem.<br /><br />Ada rumah restorasi, Ormas Nasdem dan Partai Nasdem. Karena semua yakin bangsa ini memerlukan perubahan. Banyak hal yang perlu diperbaiki, secara makro Indonesia dalam kondisi baik.<br /><br />Baik tersebut dimana ekonomi Indonesia 2011 tumbuh 6,5 persen, tahun 2012 diperkirakan 6,2 persen, pendapatan per kapita nasional diperkirakan 3.000 dollar lebih akhir tahun 2010 dan meningkat di tahun 2011.<br /><br />Akan tetapi, harus disadari mengapa secara makro Indonesia baik karena cukup kuat dimana 63 persen pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi dan jumlah masyarakat menengah cukup besar sekitar 115 juta dari jumlah prosentasi hampir 50 persen.<br /><br />"Hal tersebut membuat gejolak yang terjadi di Eropa dan Amerika tidak membawa dampak negatif bagi Indonesia, karena Indonesia sangat bergantung dengan aktifitas domestik," ucapnya.<br /><br />Apabila dilihat secara mikro, banyak hal yang harus diperbaiki, antara lain ideology Pancasila dilihat dari sila pertama bahwa moralitas dari bangsa Indonesia sudah menurun.apabila kembali ke tahun 70-an dibanding sekarang.<br /><br />Permasalahan moralitas itu adalah narkoba, iri dan dengki begitu mudah kalau melihat orang susah mendapat tepukan tangan, kalau orang senang ke-irian yang timbul.<br /><br />"Saya sering bergurau dengan kawan-kawan, kita sudah berubah menjadi bangsa yang “sms”, yakni susah melihat orang senang dan sengang melihat orang susah," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>