Gubernur Kaltim menantang para ilmuwan membantu menemukan kemungkinan masih ada puluhan korban yang terjatuh bersama dengan runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara yakni dengan cara menciptakan alat yang mampu melihat benda dalam air keruh. <p style="text-align: justify;">"Air di Sungai Mahakam sangat keruh sehingga titik pandangnya nol. Jika ada alat yang dapat menembus air keruh, maka korban yang kemungkinan masih tersangkut di material jembatan cepat ditemukan," ucap Gubenur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak di Tenggarong, Senin.<br /><br />Selama ini, lanjut dia, alat yang digunakan para penyelam untuk mencari korban di sungai, hanya berupa alat pendeteksi logam sehingga pencariannya cukup sulit, apalagi material jembatan yang telah runtuh sebagian adalah dari bahan logam.<br /><br />"Saya menantang kepada para ilmuwan agar bisa menciptakan alat yang mampu melihat atau menembus air keruh, jika alat ini ada, maka manfaatnya akan sangat besar bagi negara," katanya.<br /><br />Sementara itu, hasil pencarian yang dilakukan Tim SAR mulai Minggu hingga Senin siang ini, total berhasil menemukan 52 korban. Rinciannya adalah 12 korban meninggal dan sisanya korban yang luka ringan dan luka berat.<br /><br />Korban yang luka ringan sebagian sudah boleh pulang dan sebagian lagi masih menjalani rawat jalan. Sedangkan yang luka berat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Parikesit Tenggarong, bahkan ada yang menjalani operasi.<br /><br />Khusus untuk korban meninggal yang ditemukan pada Senin ini, jumlahnya sebanyak tujuh jenazah. Kebanyakan jenazah ditemukan di sebelah hilir Sungai Mahakam yakni hanyut hingga di sekitar Kecamatan Loa Kulu.<br /><br />Hingga kini Tim SAR masih melakukan pencarian di sebelah hilir sungai tersebut, mengingat banyak mayat yang ditemukan di sebelah hilirnya. Bahkan diperkirakan ada mayat yang kemungkinan terseret arus hingga dekat Samarinda.<br /><br />Sementara dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat menurunkan alat berat untuk menarik material jembatan yang runtuh. Hal ini dilakukan guna mempermudah para penyelam dan Tim SAR untuk menemukan korban.<strong> (das/ant)</strong></p>















