Gubernur Teras Optimis Bupati Se-Kalteng Patuhi MoU Pangan

oleh

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang mengaku optimis Bupati/Wali Kota daerah itu akan mematuhi serta menjalankan memorandum of understanding tentang pengembangan pertanian di bidang pangan. <p style="text-align: justify;">Dalam MoU itu disepakati pengembangan pangan dengan melaksanakan berbagai langkah operasional pencapaian sasaran ketahanan pangan tahun 2014, kata Gubernur Teras di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />"Saya secara tegas meminta MoU itu tidak boleh hanya berhenti di provinsi saja, namun harus ditindaklanjuti hingga kabupaten/kota dalam rangka mendukung kedaulatan pangan nasional," tambah dia.<br /><br />MoU itu berisi pernyataan bahwa kabupapten/kota diminta komitmennya terhadap percepatan peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, daging sapi dan pemanfaatan lahan hutan produksi konversi (HPK) untuk lahan pertanian.<br /><br />Orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu mengatakan meningkatkan ketahanan pangan merupakan komitmen dan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah.<br /><br />"Bupati/wali kota di Kalteng segera menginventarisasi lahan yang ada di daerah masing-masing. Lahan yang disediakan berpotensi menindaklanjuti peruntukan pertanian pangan," kata dia.<br /><br />Teras mengatakan, kedaulatan pangan merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari pertumbuhan pembangunan suatu daerah.<br /><br />Dia mengatakan, dengan pangan yang tercukupi, masyarakat tentu akan semakin mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus pemerintah mendapatkan keuntungan.<br /><br />Kabupaten kota yang selama ini telah melaksanakan bahkan telah menghasilkan, dirinya tetap meminta dilakukan inventarisasi untuk lebih meningkatkan lagi apa yang telah dicapai selama ini.<br /><br />"Pada 2014 diharapkan semua mulai berjalan. Kendala yang dihadapi selama ini dapat diatasi, termasuk kendala pemasaran dari pangan yang dihapadi kabupaten/kota," demikian Gubernur Teras. <strong>(das/ant)</strong></p>