Gubernur Tetapkan Kalteng Sebagai Bumi Pancasila

oleh

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menyatakan, telah menetapkan kawasan setempat yang juga dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai sebagai Bumi Pancasila. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah melaksanakan deklarasi Kalteng sebagai Bumi Pancasila pada 11 Juni malam, oleh karena itu hendaknya masyarakat kawasan setempat bisa dengan teguh mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Teras Narang di Palangka Raya, Minggu.<br /><br />Menurutnya, terpilihnya Kalteng sebagai Bumi Pancacila oleh Yayasan Indonesia Satu akan menjadi sejarah tersendiri bagi masyarakat setempat. Dan Kalteng juga akan menjadi contoh bagi daerah lainnya terkait penerapan nilai-nilai hidup Pancasila yang berfungsi untuk menyejahterakan rakyat.<br /><br />Ia mengatakan selain kegiatan deklarasi tersebut, dilaksanakan juga pemberian anugerah kepada 10 tokoh nasional sebagai Pemimpin Pancasila II. Antara lain Sultan Hamengku Buwono X, Gayus Lumbuun (anggota FPDIP DPR RI), Siti Nurbaya (Sekjen DPD RI), Bambang Harimurti (Dewan Pers), Fadli Zon (Sekjen Partai Gerindra), Serta Marwah Daud Ibrahim, Syamsul Mu’arif (Nasional Demokrat), Zukifliemansyah, Deny Tewu, dan Maruarar Sirait, orang-orang tersebut terpilih sebagai tokoh Pemimpin Pancasila berdasarkan hasil seleksi Yayasan Indonesia Satu.<br /><br />"Untuk menjadi pemimpin pancasila itu berat, tidak ringan karena ketika seseorang berusaha menjadi pemimpin yang baik, banyak ujian yang akan menggodanya," ucap Teras.<br /><br />Oleh sebab itu, pihaknya berharap, 10 orang terpilih tersebut bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam mempelopori secara terus menerus aktualisasi dan aksentuasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam falsafah dasar negara yaitu Pancasila.<br /><br />Teras menjelaskan, sebagai negara yang memiliki perbedaan budaya, suku dan agama, Pancasila dihadirkan untuk alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diamalkan dengan baik, agar tidak ada perpecahan di antara perbedaan.<br /><br />"Seorang pemimpin wajib hukumnya mengamalkan nilai Pancasila, dengan demikian cita-cita bangsa untuk menyejahterakan masyarakat pasti akan bisa tercapai," tegasnya.<br /><br />Ia menambahkan, bahwa semua orang harus bisa menjadi pemimpin apa pun kedudukannya, dan pemimpin bukan pejabat yang hanya cenderung sekadar memikirkan keuntungannya dan kelompoknya, tapi pemimpin harus memikirkan kehidupan orang lain secara keseluruhan.<br /><br />"Oleh karena itu, kami mengajak kepada masyarakat agar dapat lebih memahami makna dan inti dari Pancasila demi mencapai cita-cita bersama dan menuju kehidupan yang lebih baik," imbuhnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>