Gulat – Tujuh Pegulat Kaltim Lolos Masuk Pelatnas

oleh

Tujuh pegulat Kalimantan Timur lolos masuk dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games, dari total 14 pegulat yang rencananya diberangkatkan mengikuti SEA Games 2013 di Myanmar. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Pengprov PGSI Kaltim Sumarlani yang dihubungi di Samarinda, Minggu, mengatakan tiga pegulat Kaltim lolos secara otomatis karena sebagai pemegang gelar juara SEA Games sebelumnya, sedangkan empat lainnya lolos melalui seleksi Nasional yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.<br /><br />"Pada seleknas kami mengirimkan 11 pegulat dan hanya empat yang lolos seleksi yakni Suparmanto, Kusnohadi, Eko roni dan Inadrah, sementara lainnya gagal dan hanya sebagai peringkat kedua dan ketiga," jelas Sumarlani.<br /><br />Sedangkan pegulat Kaltim yang lolos secara otomatis yakni M Aliasnyah, Iqbal dan Rustang,mendapat prioritas karena pada SEA Games 2011 di Palembang merebut medali emas untuk kontingan Indonesia.<br /><br />Menurut Sumarlani, peluang pegulat Kaltim untuk lolos seleksi nasional sebenarnya cukup terbuka lebar bila tidak ada masalah seperti cidera dan sakit pada saat pertandingan.<br /><br />Kondisi ini dialami pegulat andalan Kaltim Badriasnyah dan Andriansyah yang mengalami pergeseran tulang bahu ketika pertandingan sementara Dewi Ulfah yang juga menjadai pegulat andalan Kaltim, sempat menderita sakit beberapa hari sebelum digelarnya seleknas.<br /><br />"Kalau anak-anak lebih siap mungkin lebih banyak lagi pegulat kita yang lolos, ya memang banyak faktor yang menjadi kendalanya salah satunya banyak pegulat Kaltim yang mengalami kondisi cidera dan sakit," papar Sumarlani.<br /><br />Menurut Sumarlani, Kaltim telah ditunjuk oleh PB PGSI sebagai tuan rumah pelaksanaan pelatnas untuk pegulat putra bebas dan gregro, sedangkan untuk pegulat putri pelatnas di laksanakan di Bandung, Jawa Barat.<br /><br />"Awal bulan Mei ini para atlet harus sudah masuk dalam pelatnas, yang kemungkinan tempat pelaksanaannya di komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda," jelas Sumarlani. <strong>(das/ant)</strong></p>