Guru Silat Hulu Ancam Mogok dan Demo

oleh
oleh

Merasa kurang perhatian dari pemerintah daerah lantaran tidak mendapatkan tunjangan terpencil khusus dan tunjangan kualifikasi, sejumlah guru di kecamatan Silat Hulu berencana akan mogok mengajar dan menggelar aksi di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Mandak, Kepala Sekolah Dasar Negeri Nomor 17 Nanga Pengga Desa Landau Badai Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu pada kalimantan-news.com, belum lama ini.<br /><br />“Guru-guru di Silat hulu tidak semua dapat tunjangan khusus terpencil dan untuk yang melanjutkan pendidikan, tidak semua dapat tunjangan kualifikasi,” kata Mendak.<br /><br />Padahal kata dia Silat Hulu termasuk daerah terpencil yang gurunya berhak mendapatkan tunjangan itu dan itu bisa dilihat dari beberapa guru yang memperolehnya.<br /><br />“Kami pernah mengusulkan kolektif, tetapi tetap saja tidak pernah dapat dan kalaupun ada tidak merata, dalam satu SD ada yang dapat dan ada yang tidak dapat,” ucapnya.<br /><br />Hal itu ia alami sendiri dimana ia sebagai kepala sekolah yang juga sedang menyelesaiankan kuliah, sampai sekarang tidak pernah mendapatkan tunjangan itu, sementara ada guru di sekolahnya yang mendapatkan tunjangan tersebut.<br /><br />“Padahal semua berkas usulan dari sekolah saya itu saya yang bawa ke kantor UPT, tetapi saya yang tidak dapat,” kata dia.<br /><br />Sementara yang ia tahu, di kecamatan lainnya mendapatkan tunjangan hampir merata.<br /><br />“Kami saja di Kecamatan Silat Hulu seperti anak tiri,” ujarnya.<br /><br />Soal tunjangan terpencil khusus, menurutnya di Silat Hulu ada dua SD yang tidak pernah dapat sama sekali yaitu sekolahnya dan SDN 15 Gedabang padahal kedua sekolah itu terletak di daerah terpencil.<br /><br />“KUPT pilih kasih, kami dua orang guru mengajar banyak kelas, ditambah tuga kepala sekolah, ada yang gurunya banyak, kepala sekolahnay jarang di tempat tugas tetapi merekas hampit tiap tahun dapat tunjangan terpencil khusus,” jelasnya.<br /><br />Menurutnya, tiap bulan mereka harus mengirim bahan usulan yang jumlahnya banyak, kemudian di fotocopy secara kolektif dan diantarkan ke kantor KUPT berserta biaya kirim ke kota kabupaten.<br /><br />“Tetapi apa maksudnya kami tidak tahu,” kata dia.<br /><br />Pernah sekali kata dia bahan-bahan yang harus dikirim ke kabupaten itu dibawa oleh rekan mereka yang kebetulan ada urusan di kota kabupaten, tetapi ternyata dikembalikan ke kantor KUPT lagi.<br /><br />“Para guru sangat kecewa, kemudian kami diminta buat baru yang sama, kami tidak mau dan KUPT marah,” tukasnya.<br /><br />Pada kondisi itu, ia merasa dewan guru sudah seperti ladang usaha, ketika mereka tidak mau menuruti keinginan maka kesejahteraan mereka tidak diperhatikan.<br /><br />“Makanya kami rekan-rekan guru nekat mau mogok mengajar kalau kondisi masih seperti ini, kami juga mau demo ke dinas, rencananya 21 November ini,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>