Kurangnya prasarana perumahan yang tersedia bagi guru di SMPN 5 Sungai Tebelian, membuat beberapa orang guru di sekolah tersebut, harus rela menjadikan gudang sekolah, ruang koperasi, dan ruang ganti siswa sebagai tempat tinggal. <p style="text-align: justify;">“Mereka terpaksa tinggal di gudang, ruang koperasi dan ruangan sempit yang biasa digunakan siswa untuk ganti pakaian,”ungkap Endang Parwati,S.Pd, Kepala SMPN 5 Sungai Tebelian kepada kalimantan-news beberapa waktu yang lalu.<br /><br />Dikatakan Endang, masalah kekurangan rumah guru ini bukan terjadi sekarang. Sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Dirinya juga sudah beberapa kali mengusulkan penambahan rumah guru di SMPN Sungai Tebelian ini. akan tetapi sampai saat ini belum ada kepastian kapan pemerintah akan mealokasikan dana untuk pembangunan rumah guru tersebut. <br /><br />“Sudah sejak tahun 2008 lalu, saya mengusulkan penambahan rumah dinas bagi guru-guru yang mengajar di sana, tapi sampai sekarang hasilnya nihil,”keluhnya.<br /><br />Menurutnya, ada sepuluh guru yang mengajar di sekolahnya. Empat diantaranya adalah guru honor dan guru kontrak. Sedangkan rumah guru yang tersedia hanya beberapa rumah saja. Masih jauh dari cukup. Sementara di tempat lain ada perumahan guru yang berlebihan dari kebutuhan. Bahkan ada sekolah yang rumah gurunya tidak terpakai, malah mendapat tambahan dan dibangun rumah yang baru lagi.<br /><br />Tidak meratanya insfartuktur sekolah ini sungguh sangat memprihatinkan. Disaat pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guru sebagai ujung tombak pendidikan justru belum mendapatkan tempat tinggal yang layak. Disisi lain guru dituntut untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi siswanya. <br /> <br />Keberadaan perumahan guru ini kata Endang, merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Perumahan yang menjadi tempat tinggal tenaga pendidik ini, merupakan awal dari kegiatan belajar mengajar. <br /><br />“Jangan berharap mendapatkan pendidikan berkualitas, jika masalah yang ada pada salah satu pilar pendidikan itu belum dapat teratasi,”pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>














