Guru Tidak Tetap Minta Diangkat Menjadi Honda

oleh

Sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) mengeluh kepada Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, SE saat mengunjungi pembukaan pelaksanaan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) SD/MI Tingkat Kecamatan Sayan, Melawi Tahun 2015, Senin (23/3) dilingkungan SDN 19 Desa Nanga Raku. <p style="text-align: justify;">Keluhan ini terungkap saat acara ramah tamah Abang Tajudin bersama para Kepala Sekolah dan guru, guru pendamping serta para official pelaksanaan O2SN SD/MI tingkat Kecamatan Sayan tahun 2015. Berdasarkan informasi dari Sekretaris Disdik Melawi, Joko Wahyono, di Kabupaten Melawi sendiri ada 1000 orang lebih GTT hingga saat ini.<br /><br />Dikesempatan ramah tamah itu, seorang GTT di SDN 3 Kerangan Purun, yang sudah mengabdi hampir 10 tahun di sekolah tersebut mengaku hanya mendapatkan honor Rp. 300.000 per bulan. Berprofesi menjadi guru memang menjadi pilihannya, meskipun bergaji kurang dari cukup dirinya tetap semangat membimbing dan membagikan ilmu kepada muridnya.<br /><br />“Sejak kecil saya bercita-cita menjadi guru. Profesi ini menjadi pilihan saya untuk mengabdi kepada masyarakat. Meskipun status saya belum menjadi honor daerah (Honda) apalagi pegawai negeri sipil (PNS) tidak akan mengurangi saya untuk berbagi ilmu kepada anak-anak di desa kami,” ucapnya.<br /><br />Ia mengungkapkan banyak temannya menyarankan untuk berhenti menjadi guru dan mencari pekerjaan lain yang jauh lebih baik dari segi penghasilannya. Dia pernah bekerja di salah satu lembaga bimbingan belajar, namun tidak berlangsung lama dan akhirnya kembali menjadi guru. Ia meminta kepada Pemkab Melawi, melalui Ketua DPRD Melawi memperhatikan nasib para GTT yang mengajar di Kabupaten Melawi. Termasuk kesejahteraan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.<br /><br />Abang Tajudin dikesempatan itu mengatakan,  secara pribadi, ujar dia, dirinya ikut merasakan apa yang menjadi keluhan guru tidak tetap di wilayahnya. Jika diberi kewenangan penuh, pihaknya akan membantu dengan mengangkat GTT menjadi Honda, namun karena terbentur regulasi dirinya hanya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemkab Melawi.<br /><br />Tajudin berjanji akan memperjuangkan nasib para GTT tersebut diangkat menjadi Honda kepada Pemkab Melawi. Namun hal ini tegas Tajudin tidak bisa diangkat sekaligus, karena ada 1000 lebih GTT di Kabupaten Melawi. “Kedepan DPRD akan berkoordinasi kepada Pemkab Melawi paling tidak para GTT bisa diangkat menjadi Honda secara bertahap berdasarkan rangking lama pengabdian. Nanti akan kita evaluasi,” janji Tajudin. (Ira/Kn)</p>