Haji – Pemprov Kalbar Pertimbangkan Subsidi Biaya Lokal

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih mempertimbangkan subsidi biaya pelaksanaan ibadah haji 2011. <p style="text-align: justify;">"Sebenarnya subsidi itu diberikan kepada warga yang kurang mampu, sedangkan calon jamaah yang akan berangkat pergi haji adalah orang-orang yang terhitung mampu. Jadi, masih kami pikirkan untuk memberikan subsidi," kata Asisten II Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kalbar, Lensus Kandri di Pontianak, Rabu.<br /><br />Lensus menegaskan, Pemprov Kalbar juga akan melihat penting atau tidaknya pemberian subsidi biaya lokal haji tersebut.<br /><br />"Ada masalah atau tidak, tetapi selama ini kan tidak ada masalah," kata Lensus.<br /><br />Tahun 2011 jumlah calon jamaah haji asal Kalbar sebanyak 2.442 orang dinyatakan sudah siap diberangkatkan ke Batam pada 17 Oktober mendatang.<br /><br />"Hanya saja masih belum diketahui apakah Gubernur Kalbar akan melepas calon jamaah haji pada tanggal itu," kata Lensus.<br /><br />Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar itu mengatakan, besaran biaya haji tahun ini sebesar Rp2.545.500 memang meningkat dibandingkan dengan biaya lokal haji tahun lalu yang sebesar Rp2.316.000.<br /><br />Sebelumnya, anggota DPRD Kalbar Ikhwani Abdul Rahim mengusulkan agar pemprov memberikan subsidi biaya lokal haji melalui APBD.<br /><br />"Atau dapat juga ditanggung bersama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk itu perlu diadakan koordinasi antara semua pihak," kata Ikhwani.<br /><br />Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar Abdul Rojak mengatakan, musim haji tahun ini, calon jamaah haji provinsi itu terdiri dari enam kloter. Mulai Kloter 17 hingga 22. Enam Kloter itu terbagi dalam dua gelombang. Kloter 17 dan 18 masuk dalam gelombang pertama selebihnya gelombang kedua.<br /><br />Kloter 17 terdiri dari Kabupaten Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, dan sebagian Kota Pontianak. Kloter 18 terdiri dari Singkawang, Sambas, sebagian Kota Pontianak. Kloter 19 terdiri dari Kota Pontianak dan Kubu Raya. Kloter 20 terdiri Kabupaten Pontianak, Landak, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak. "Sedangkan Kloter 22 Kota Pontianak," kata Rojak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>