Harga Cabai Merah di Melawi Semakin Naik

oleh

Harga cabai merah di Melawi semakin mengalami kenaikan. Dimana pada dua minggu sebelumnya harga cabai ditingkat petani masih diangka Rp. 120 per kilogramnya, kini sudah naik menjadi Rp. 130 per kilogramnya. Hal itu disampaikan Mas Jai, seorang pedagang keliling di Nanga Pinoh. <p style="text-align: justify;">Dengan kenaikan harga tersebut, ia mengaku sangat merasa kesulitan menjual kepada para pelanggannya. “Kami menjadi serba salah, ingin menjual tinggi kepada pelanggan takut tidak laku, sementara mau menjual murah, tidak ada untungnya. Jadi terpaksa kami menjual cabe hijau yang pedasnya kurang. Harganya itu hanya Rp. 110-120 ribu saja perkilogramnya,” katanya saat ditemui di Nanga Pinoh, Kamis (19/1).<br /><br />Jai mengatakan, kenaikan harga cabai merah ditingkat petani sudah mulai terjadi 5 hari belakangan ini. “Kalau kami mengambil ditingkat petani saja sudah mencapai Rp. 130 ribu perkilogramnya, maka dipasaran pasti lebih mahal,” paparnya.<br /><br />Terpisah, seorang warga yang sering Melawi, Dea, mengatakan, harga cabai ditingkat pasar saat ini sudah mencapai Rp. 160 sampai 180 ribu perkilogramnya. Sebelumnya, hargacabai merah dipasaran masih diangka Rp. 130 ribu sampai Rp.150 ribu perkilogramnya. <br /><br />“Sekarang semakin naik harga cabaimerah dipasar. Kisarannya mencapai Rp. 180 ribu perkilogramnya. Bagaimana tidak mahal,jika mengambil ditingkat petani saja harganya sudah mencapai Rp. 130ribu perkilogramnya,” katanya. <br /><br />Ia mengatakan, sebelumnya dengan kenaikan harga tersebut, lanjut Dea, dirinya dengan pihak keluarga di kecamatan sayan Dusun Senain, kembali menggarap lahan untuk ditanami cabai. <br /><br />“Bayangkan saja jika kebun cabai itu nantinya berbuang semua, jelas sangat menghaasilkan,” ucapnya.(KN)<br />  <br /></p>