Harga Cabe Di Nunukan Melonjak Hingga Rp80.000/Kg

oleh

Sejak dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah, harga cabe kecil di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami lonjakan tajam hingga Rp80.000 per kilo gram. <p style="text-align: justify;">Masita, seorang pedagang di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan, Kamis membenarkan terjadinya kenaikan harga cabe ukuran kecil sejak dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah akibat kurangnya ketersediaan ditingkat agen.<br /><br />Ia menambahkan, sebelumnya harga hanya pada kisaran Rp30.000 per kilogram melonjak tajam menjadi Rp80.000 per kilo gram karena tidak ada pasokan dari Sulawesi Selatan yang menjadi satu-satunya daerah pemasok bumbu masak dan sayur mayur ke daerah itu selama ini.<br /><br />Harga cabe kecil diperkirakan mengalami penurunan pada Jumat (10/10) bertepatan KM Cattleya dari Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulsel tiba di Pelabuhan Tunon taka Kabupaten Nunukan.<br /><br />"Harga cabe nanti turun lagi setelah ada pasokan dari Sulsel. Karena Jumat (10/10) itu ada kapal yang tiba dari Parepare (Sulsel) maka dipastikan harga (cabe) turun lagi," ujar Masita yang sehari-harinya menjual bumbu masak untuk kebutuhan masyarakat setempat.<br /><br />Menurut dia, cabe kecil yang dijual saat ini adalah hasil panen petani lokal di daerah itu namun setelah ada pasokan dari Sulsel maka cabe lokal secara otomatis menghilang karena tidak dilirik lagi.<br /><br />Selain cabe kecil, Masita juga mengakui, harga bumbu masak lainnya turut naik seperti bawang merah, tomat dan lain-lainnya karena semuanya diperoleh dari Sulsel.<br /><br />Kenaikan harga tersebut disebabkan tidak adanya kapal sejak 1 Oktober 2014 yang selama ini mengangkut barang masuk ke daerah itu, kata dia.<br /><br />"Jadi selama sepekan ini harga cabe dan bumbu masak lain mengalami kenaikan yang cukup tajam karena kurangnya stok akibat tidak ada pasokan dari Sulsel," kata Masita kepada wartawan. <strong>(das/ant)</strong></p>