Harga Jengkol di Melawi Menjanjikan

oleh

Buah Jengkol di Melawi saat ini sepertinya menjadi penghasil perkebunan musiman yang menjanjikan. Pasalnya, jumlah yang cukup banyak dalam sekali panen dan harganya yang cukup tinggi, mampu memberikan tambahan ekonomi masyarakat. <p style="text-align: justify;">Melihat prosfek tersebut, banyak masyarakat yang melirik untuk menanam atau membangun perkebunan jengkol. Seperti yang disampaikan Sirait, seorang warga Sidomulyo. Ia mengatakan, harga jengkol yang tinggi tentu sangat menjanjikan untuk membuat perkebunan jengkol.<br /><br />“Saya sudah memesan bibit jengkol untuk ditanam ditanah saya. Sebab hasil perbincangan saya dengan orang yang perpengalaman dalam berkebun jengkol, hasil perkebunan sudah bisa dipanen tiga tahun kemudian jika bibit dan perawatannya bagus,” katanya ditemui kemarin.<br /><br />Jika masyarakat dalam kota Nanga Pinoh baru melirik saat harga jengkol tinggi. Berbeda dengan warga yang berada di pelosok desa di kecamatan perhuluan. Mereka berbondong bondong turun ke hutan mencari jengkol hutan sebagai pendapaatan tamabahan.<br /><br />Ismanto salah satunya. Warga Desa Nanga Tangkit, Kecamatan Sokan itu  sudah bisa meraup hasil dari musim buah jengkol saat ini. Ia bersama warga lainnya sering mencari jengkol ditanahnya yang berada di hutan untuk dijual kembali.<br /><br />“Pohon jengkol itu sebagainnya ada yang ditanam sendiri dan adapula yang tumbuh sendiri. Ini Mencari salah satu sumber pendapatan tambahan bagi kami di Nanga Tangkit. Biasanya warga mencari buah jengkol sebagai sambilan setelah pulang nyadap karet. Pagi-pagi nyadap karet, setelah itu baru cari jengkol sambil pulang kerumah,” Kata Ismanto, menemui wartawan Nanga Pinoh.<br /><br />Harga jengkol saat ini hampir menyaingi harga karet. Di Desa Nanga Tangkit saja harga jengkol Rp 4.000 sampai Rp. 5000 per kilogram. <br /><br />“Awalnya harga jengkol mencapai Rp 8.000 per kilogram, namun karena terkendala angkutan akibat Jalan Nanga Pinoh- Sokan rusak sehingga turun menjadi Rp 4.000. Kalau di Nanga Pinoh inisih harganya cukup tinggi, karena jalannya masih enak,” paparnya. (KN)</p>