Harga Jengkol Dua Kali Lipat dari Harga Karet

oleh
oleh

Belum stabilnya harga karet dipasaran yang hanya dikisaran Rp 5.500 per kilogramnya, membuat sebagian besar masyarakat Melawi mulai melirik untuk menanam pohon Jengkol alias Jerin (bahasa Melawi, red). <p style="text-align: justify;">Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Nanga Kompi, Dusun Senain, kecamatan Sayan. Maklum saja, harga jengkol saat ini dipasarancukup menggiurkan hinggamencapai Rp 11 ribu per kilogramnya.<br /><br />“Sekarang masyarakat sudah mulai lesu untuk menoreh karet. Karena harganya masih rendah. Jadi sekarang mulai melirik tanam jengkol saja. Bahkan sebagian warga kita sudah ada yang panen jengkol,” ungkap Manjaya. Salah seorang warga Senain kepada wartawan.<br /><br />Ia menceritakan bahwa saat ini harga karet di kampung tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Misalnya untuk beli beras ataupun gula  perkilogram saja tidak cukup. Terlebih pada bulan November ini curah hujan semakin tinggi, sehingga masyarakat tidak bisa menoreh karet.<br /><br />Berbeda dengan jengkol yang sebagian besar di Dusun Senain sedang mengalami panen berlimpah. Sehingga masyarakat sekarang lebih memilih untuk memanen buah jengkol.Pada tahun 2016 ini. Jengkol sedang mengalami panen yang baik. Dimana setiap pohon mampu menghasilkan antara 50 sampai 80 kg.  <br /><br />Man mengaku sudah ada menanam sekitar 5 pohon jengkol yang ditanamnya sekitar kebun karet.Iapun berencana untuk menambah tanaman jengkol miliknya. Mengingat harga jengkol yang cukup tinggi dipasaran. Selain itu juga dalam merawat tanaman jengkol juga tidak terlalu susah dan membutuhkan biaya yang mahal.<br /><br />“Kalau jengkol belum dikupas kulitnya harga nya sekitar Rp 7 ribu saja. Namun jika sudah dikupas bisa mencapai Rp 11 ribu per kilogramnya. Menjualnya juga mudah, karena para penampung jengkol langsung beli ke kampung bahkan masyarakat dari Kalteng daerah Seruyan hulu juga mulai ramai menjual hasil jengkolnya ke pasar Nanga Pinoh,” beber ayah dua anak ini.<br /><br />Menurutnya pemahaman petani terhadap jengkol kini sudah berubah. Dan sebelumnya dianggap tidak lebih berharga dari karet, tapi sekarang petani mulai menanam jengkol biarpun karet tetap dipertahankan.<br />“Sebagai petani kami berharap harga karet juga bisa stabil diatas Rp 10 ribu per kilogramnya. Karena bagaimanapun masyarakat sudah lama menggantungkan hidup dari karet,” harapnya. (KN)</p>