Harga Karet di Kabupaten Sintang Anjlok

oleh

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Franseda, S.Sos, M.Si menyatakan bahwa pemerintah daerah mesti mengambil tindakan terhadap anjloknya harga karet di pasaran. <p style="text-align: justify;">Sebab anjloknya harga karet ini membuat daya beli masyarakat menurun. Apalagi saat ini bulan Ramadhan dan jelang perayaan hari raya, dimana harga berbagai kebutuhan masyarakat dipastikan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. <br /><br />“Sebenarnya pemerintah bisa saja melakukan tindakan untuk menstabilkan harga karet, sehingga ekonomi masyarakat tertolong,”ungkap legislator Dapil Kayan Hilir dan Hulu ini saat ditemui di kantor DPRD Sintang belum lama ini. <br /><br />lebih lanjut menurut Franseda, tindakan yang mungkin dilakukan oleh pemerintahan Milton-Juan menurutnya bisa saja dengan membentuk badan usaha atau koperasi. Dengan badan usaha atau koperasi tersebut, bisa saja pemerintah memberikan subsidi untuk pembelian karet dari masyarakat. <br /><br />“Hanya untuk menstabilkan harga dan tentu tidak selamanya. Jika harga karet di pasaran sudah kembali seperti semula, maka subsidi bisa dicabut kembali,”tegasnya. <br /><br />Sebagai anggota legislatif Sintang dari PKPI yang merupakan partai pengusung duet kepemimpinan Milton-Juan,  ia mengaku merasa terpanggil untuk membuat statemen yang bisa mendorong pemerintah untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. <br /><br />Apalagi komoditas karet merupakan komoditas unggulan yang dicantumkan dalam visi misi pasangan Milton-Juan dan tertuang dalam program BERBANG EMAS – JAKARTA SELATAN. <br />“Program Gerbang Emas Jakarta Selatan adalah program pemimpin Sintang sekarang, didalamnya ada pengembangan komoditas karet,” jelasnya.<br /><br />Ia berharap visi dan misi tersebut tidak hanya menjadi topik yang menarik saat kampanye saja. Namun harus terus dikawal dan dilaksanakan termasuk ketika petani karet menghadapi masalah dengan anjloknya harga yang sangat dratis. <br /><br />Saat ini harga jual karet torehan masyarakat hanya dihargai sekitar Rp 5-7 ribu saja per kilo. Dalam kondisi harga karet yang anjlok, masyarakat tengah dihadapkan pada persoalan peningkatan harga kebutuhan jelang Ramadhan dan lebaran serta pendaftaran siswa baru. <br /><br />“Sekarang masyarakat terpuruk, karet anjlok, harga-harga barang dan sembako naik, masuk sekolah perlu biaya, belum lagi mau hari raya, sehingga masalah karet ini perlu solusi segera mengingat karet adalah program andalan MJ,” harapnya. <strong>(ek/das)</strong></p>