Harga Karet Di Pedalaman Barito Kembali Turun

oleh

Petani karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara kembali mengeluhkan karena harga karet jenis slab yang anjlok sebelumnya Rp8.000 per kilogram kini turun menjadi Rp6.000/Kg. <p style="text-align: justify;">"Turunnya harga karet ini sudah dua kali dalam sebulan terakhir," kata Arief, salah seorang petani karet Kelurahan Jambu kecamatan Teweh Tengah, Kamis.<br /><br />Menurut Arief, turunnya harga karet tersebut membuat petani di kabupaten pedalaman Sungai Barito kembali terpukul sehingga ada yang tidak mau menjual karena menunggu harga membaik.<br /><br />Turunnya harga karet ini diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah ini dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).<br /><br />"Masalahnya para petani setempat masih tergantung kepada para tengkulak karena di daerah ini tidak ada pabrik karet, padahal hasil panen karet cukup banyak," katanya.<br /><br />Arief mengatakan, turunya harga karet ini sesuai pengakuan para spekulan karena pihak pabrik di Banjarmasin juga menurunkan harga karet rakyat tersebut.<br /><br />"Kami berharap harga karet kembali naik nanti guna membantu petani, apalagi saat ini harga barang mengalami kenaikan," katanya yang didukung oleh para petani lainnya.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng, karena sebagian besar masyarakat mengusahakan perkebunan karet baik bibit lokal maupun unggul.<br /><br />Perkebunan karet rakyat terdapat di enam kecamatan seluas 52.970 hektare dengan produksi mencapai 47.107 ton jenis slab per tahun. <strong>(das/ant)</strong></p>