Harga Karet Di Pedalaman Barito Turun

oleh

Harga karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah pada awal Maret 2015 turun menjadi Rp5.500 per kilogram setelah sebelumnya Rp6.000 per kg. <p style="text-align: justify;">"Turunnya harga karet ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir," kata Irwansyah, salah seorang petani karet Kelurahan Jambu kecamatan Teweh Baru, Rabu.<br /><br />Menurut Irwansyah, turunnya harga karet tersebut membuat petani di kabupaten pedalaman Sungai Barito kembali terpukul sehingga ada yang tidak mau menjual karena menunggu harga membaik.<br /><br />Turunnya harga karet itu diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah tersebut dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.<br /><br />"Masalahnya para petani setempat masih tergantung kepada para tengkulak karena di daerah ini tidak ada pabrik karet, padahal hasil panen karet cukup banyak," katanya.<br /><br />Irwansyah mengatakan bahwa turunnya harga karet itu sesuai dengan pengakuan para spekulan karena pihak pabrik di Banjarmasin juga menurunkan harga karet rakyat tersebut.<br /><br />"Kami berharap harga karet kembali naik nanti guna membantu petani, apalagi saat ini harga barang mengalami kenaikan," katanya yang didukung oleh para petani lainnya.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng karena sebagian besar masyarakat mengusahakan perkebunan karet, baik bibit lokal maupun unggul.<br /><br />Luas perkebunan karet rakyat di kabupaten yang terkenal dengan potensi batu bara itu tercatat 35.646 hektare dengan produksi karet kering mencapai 18.696 ton per tahun.<br /><br />Semua perkebunan karet rakyat itu tersebar di sembilan kecamatan di wilayah tersebut. (das/ant)</p>