Harga Karet Di Pedalaman Barito Utara Naik

oleh

Harga karet jenis slab di Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada awal Januari 2012 naik menjadi Rp12.000/Kg dari sebelumnya Rp11.000/kg. <p style="text-align: justify;"><br />"Naiknya harga karet tersebut merupakan yang pertama dialami pada awal tahun ini," kata Septa, seorang petani karet Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, membaiknya harga karet tersebut membuat petani di pedalaman Barito kembali bergairah karena harga karet sebelumnya sempat anjlok.<br /><br />Fluktuasi harga karet selama ini diduga karena permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah itu dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.<br /><br />"Masalahnya para petani setempat masih tergantung kepada para tengkulak karena di daerah ini tidak ada pabrik karet, padahal hasil panen karet cukup banyak," katanya.<br /><br />Septa mengatakan, naiknya harga karet ini sesuai pengakuan para spekulan karena pihak pabrik di Banjarmasin juga menaikan harga beli karet rakyat tersebut.<br /><br />Kenaikan harga tersebut dengan alasan persediaan karet di gudang mulai berkurang sehingga mereka membutuhkan bahan baku karet dalam jumlah yang memadai.<br /><br />"Kami berharap harga karet terus membaik guna membantu petani, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga aktivitas menyadap karet terganggu dan produksi berkurang," katanya.<br /><br />Karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng, karena sebagian besar masyarakat mengusahakan perkebunan karet baik bibit lokal maupun unggul.<br /><br />Perkebunan karet rakyat terdapat dienam kecamatan kabupaten tersebut seluas 52.970 hektare dengan produksi mencapai 47.107 ton jenis slab per tahun.<strong> (phs/Ant)</strong></p>