Harga Karet Pedalaman Barito Rp7 Ribu/Kg

oleh

Harga karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada awal Juli 2014 naik menjadi Rp7 ribu per kilogram, setelah selama lima bulan terakhir hanya bertengger di kisaran Rp4 ribu – Rp5 ribu/kg. <p style="text-align: justify;">"Naiknya harga karet ini membuat warga kembali bergairah menyadap karet, setelah pada lima bulan terakhir harganya anjlok" kata Irwansyah, salah seorang petani karet Kelurahan Jambu kecamatan Teweh Baru, Kamis.<br /><br />Menurut Irwansyah, naiknya harga karet tersebut membuat petani di kabupaten pedalaman Sungai Barito kembali gembira sehingga yang sebelumnya tidak mau menjual karena menunggu harga membaik.<br /><br />Naiknya harga karet ini diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah ini dengan menyesuaikan harga pasar yang berlaku di provinsi tetangga, Kalimantan Selatan (Kalsel).<br /><br />"Masalahnya para petani setempat masih tergantung pada para tengkulak karena di daerah ini tidak ada pabrik karet, padahal hasil panen karet cukup banyak di daerah kami," katanya.<br /><br />Irwansyah mengatakan, naiknya harga karet ini sesuai pengakuan para spekulan karena pihak pabrik di Banjarmasin, Kalsel juga menaikan harga beli karet rakyat tersebut.<br /><br />"Kami berharap harga karet kembali naik lagi guna membantu meringankan beban masyarakat tani, apalagi harga barang mengalami kenaikan dalam bulan Ramadhan ini," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng karena sebagian besar masyarakat di daerah tersebut memiliki perkebunan karet baik bibit lokal maupun unggul.<br /><br />Luas perkebunan karet rakyat di kabupaten yang terkenal dengan potensi batu bara itu tercatat 53.258 hektare dengan produksi mencapai 48.107 ton jenis slab per tahun. Semuanya tersebar di sembilan kecamatan di wilayah tersebut.<strong>(das/ant)</strong></p>