Harga Kebutuhan Di Sampit Bergerak Naik

oleh
oleh

Wacana penaikan harga bahan bakar minyak ternyata langsung memicu naiknya harga sejumlah kebutuhan di Sampit ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">"Kekhawatiran wacana kenaikan BBM berdampak pada kenaikan harga barang itu memang terbukti," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kotim, Mudjiono di Sampit, Rabu.<br /><br />Dia tidak menampik adanya pengaruh wacana kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan. Saat ini harga sejumlah kebutuhan di Sampit mulai naik menjelang diberlakukannya kenaikan harga BBM.<br /><br />Hasil pantauan Disperindagsar, saat ini ada beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga, terutama komoditas yang didatangkan dari Pulau Jawa, seperti cabai merah, sayur mayur dan lainnya.<br /><br />Mudjiono menduga, kenaikan harga saat ini merupakan reaksi pasar terhadap rencana penaikan harga BBM. Pedagang mulai membeli barang dalam jumlah besar sebagai stok untuk mengantisipasi kemungkinan harga BBM benar-benar dinaikkan.<br /><br />Kenaikan harga sejumlah komoditas saat ini juga dipicu gagal panen di sejumlah daerah pemasok akibat kemarau panjang yang melanda. Kenaikan akan semakin tinggi jika diperparah oleh ulah pedagang yang mulai menyetok barang.<br /><br />BBM belum dinaikkan saja harga barang sudah naik, apalagi kalau BBM naik maka otomatis berpengaruh. Kalau BBM naik, nanti dampaknya pada pembengkakan biaya transport sehingga akan berimbas pada harga barang, katanya.<br /><br />Menyikapi kondisi saat ini, kata Mudjiono, Disperindagsar sudah berkoordinasi dengan agen dan distributor untuk memastikan stok barang kebutuhan tetap aman. Jika terjadi sedikit kenaikan harga, maka tidak terlalu dipermasalahkan agar barang tetap tersedia.<br /><br />"Kami berusaha menjaga stok barang. Walaupun ada kenaikan, yang penting barangnya ada dan terpenuhi. Kami berkoordinasi dengan agen dan distributor, terutama menjelang diumumkannya kenaikan BBM," tegas Mudjiono.<br /><br />Pantauan di lapangan, sejumlah barang kebutuhan mulai naik meski belum signifikan. Seperti gula pasir yang sebelumnya Rp 11.000 per kilogram, kini sudah menembus Rp 12.300 per kilogam. (das/ant)</p>