Harga Pertamax Plus Di Pontianak Kembali Turun

oleh

PT Pertamina kembali menurunkan harga jual bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax Plus di Kalimantan Barat dari Rp9.500 menjadi Rp9.300 per liter mulai 16 Juni 2011. <p style="text-align: justify;">"Setiap dua minggu sekali, harga berfluktuasi diantaranya pengaruh dari harga minyak mentah di pasar dunia serta nilai tukar mata uang," kata Sales Areal Manajer PT Pertamina Wilayah Kalbar, Ibnu Chouldum, di Pontianak, Kamis.<br /><br />Sebelumnya, pada 1 Juni 2011, harga Pertamax Plus di Pontianak dan sekitarnya juga turun dari Rp9.800 menjadi Rp9.500 per liter.<br /><br />Menurut dia, kondisi itu juga membuat harga di beberapa daerah yang jauh dari Pontianak ikut turun.<br /><br />"Di daerah harganya sedikit lebih mahal karena memperhitungkan biaya angkut dari Pontianak," kata dia.<br /><br />Ia mencontohkan, di Kota Sintang dan sekitarnya, harga Pertamax Plus Rp9.550 per liter. Di Kabupaten Ketapang, Rp10.200 karena ongkos angkut dari Pontianak sekitar Rp900 per liternya.<br /><br />"Kalau ke Ketapang, diangkut pakai truk tangki, menyeberangi sungai menggunakan kapal feri, baru dibawa lagi melalui jalan darat hingga Ketapang," kata Ibnu Chouldum.<br /><br />Namun, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan harga akan semakin murah kalau pemakaian Pertamax Plus di Ketapang terus meningkat.<br /><br />"Bisa dibangun suplai poin di Ketapang, jadi tidak perlu angkut dari Pontianak. Begitu juga di Sintang, dapat dibangun depot penampung yang berkapasitas besar, tidak perlu diangkut menggunakan truk tangki yang kemampuannya terbatas," kata dia.<br /><br />Menurut dia, Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi ratio kurang dari 10,5, dan juga yang menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers dan "catalytic converters".<br /><br />Dalam waktu dekat Pertamina akan melakukan roadshow knowledge Pertamax Plus ke sejumlah daerah di Kalbar.<strong> (das/ant)</strong></p>