Harga Premium Di Pontianak Rp 25 Ribu/Liter

oleh

Harga bahan bakar minyak jenis premium di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (09/03/2011), tembus Rp2 5 ribu/liter. <p style="text-align: justify;">Nursia (25) salah seorang Guru Sekolah Dasar Negeri 28 di Kecamatan Pontianak Utara mengaku, kaget ketika harus membayar sebesar Rp 25 ribu/liter premium yang dijual oleh kios pengecer di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso Pontianak Barat. <br /><br />"Saya terpaksa membeli premium seharga Rp25 ribu/liter, karena stok BBM di sepeda motor saya sudah menipis," kata Nursia. <br /><br />Ia berharap, pertamina secepatnya menstabilkan pasokan BBM ke sejumlah stasiun pengisin bahan bakar umum (SPBU) agar masyarakat tidak lagi terbebani dengan membeli BBM di kios pengecer yang semaunya saja menaikkan harga. <br /><br />Selain itu, ia meminta aparat kepolisin untuk melakukan razia terhadap pemilik kios pengecer yang menjual BBM hingga lima kali lipat dari harga normal. <br /><br />Hal senada juga diakui, oleh Rosita (24) salah mahasiswi Akpre Muhammadiyah Pontianak. Pihak SPBU hendaknya tidak melayani pembelian BBM bagi pemilik kios karena mengambil untung dari penderitaan masyarakat. <br /><br />"Apalagi saya lihat orang yang mengantre di SPBU menggunakan kendaraan dua dan empat hanya untuk menjual kembali dengan harga tinggi. Akibatnya berapapun pasokan BBM ke SPBU dalam hitungan jam langsung habis," ujarnya kesal. <br /><br />Dari pantuan di lapangan, antrean panjang masih mewarnai disejumlah SPBU Kota Pontianak, sehingga memacetkan sejumlah jalan protokol di kota itu. <br /><br />Sebelumnya, Sales Representatif Retail VI Pemasaran PT Pertamina Wilayah Kalbar John Khaidir belum memastikan kapan kondisi penyaluran bahan bakar minyak di provinsi itu normal kembali. <br /><br />"Kalau normal, hari ini juga sudah ada bensin. Tetapi, jika dikaitkan dengan alur dan pasang surut, kami bisa apa. Bensin itu ada tetapi antrean yang panjang," katanya. <br /><br />Menurut dia, beberapa daerah juga mengalami kondisi kritis BBM. Hal itu terjadi sebab kapal pengangkut ke daerah tersebut dialihkan untuk mengantisipasi kekurangan BBM di Kalbar akibat tertutupnya alur Sungai Kapuas karena tenggelamnya Kapal Layar Motor Rahmatia Santosa. <br /><br />Ia mengemukakan, meski kondisi alur Sungai Kapuas sudah dinyatakan normal kembali tidak serta merta saat itu juga kapal-kapal yang mengantre bisa langsung masuk ke pelabuhan. <br /><br />"Justru itu dijadwalkan ulang karena menyangkut daerah lain di Indonesia," tegasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>