Harga Sawit Di Kalsel Anjlok 100 Dolar/Ton

oleh

Dalam beberapa bulan terakhir harga sawit di Kalimantan Selatan terus turun dari sebelumnya 130 dolar AS/ton menjadi hanya 100 dolar AS/ton sehingga membuat nilai ekspor juga turun 4,18 persen. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Yasni Iqbal di Banjarmasin, Senin mengatakan volume eskpor sawit pada Januari hingga Juni 2012 naik hingga 17,99 persen dari sebelumnya 382,3 juta kilogram menjadi 451,1 juta kilogram.<br /><br />Namun demikian, kata Iqbal, karena harga sawit turun menjadi di bawah 100 dolar AS/per ton dibanding sebelumnya mencapai 130 dolar AS/ton, maka nilai ekspornya turun dari 432,4 juta dolar AS menjadi 414,3 juta dolar AS.<br /><br />"Turunnya harga kelapa sawit cukup signifikan, kendati jumlah ekspornya naik, tetapi karena harganya turun drastis, belum mampu menambah nilai ekspor dari sektor perkebunan tersebut," katanya.<br /><br />Menurut Iqbal, saat ini tujuan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar adalah India mencapai 152,7 juta kilogram hingga Juni 2012 dengan nilai ekspor 157,8 juta dolar AS. Selanjutnya Bangladesh dengan volume ekspor 8,9 juta kilogram dengan nilai 7,1 juta dolar AS, menyusul China dengan volume ekspor 7,5 juga kilogram dengan nilai ekspor 9,9 juta dolar AS.<br /><br />Sisanya Malaysia dan Vietnam masing-masing sekitar 4 juta kilogram senilai 6 juta dolar AS. Khusus CPO pada Juni 2012, berdasarkan tabel tidak ada aktivitas pengiriman alias kosong, jadi total volume dan nilai ekspor tersebut merupakan jumlah pengiriman sebelum Juni.<br /><br />Begitu juga dengan produk turunan sawit lainnya, seperti minyak goreng, selama Juni juga kosong, kendati sebelumnya ada pengiriman ke beberapa negara.<br /><br />Produk turunan kelapa sawit lainnya yaitu RBD Palm Olien atau minyak goreng ekspor tertinggi adalah China dengan volume 62,2 juta kilogram dengan nilai ekspor 67,4 juta dolar AS, menyusul India, dengan volume ekspor 25,9 juta kilogram dengan nilai ekspor 26,6 juta dolar AS.<br /><br />Kemudian Bangladesh sebanyak 23,4 juta kilogram dengan nilai ekspor 25,3 juta dolar AS dan Philipina 11,9 juta kilogram dengan nilai ekspor 12,3 juta dolar AS dan sisanya adalah Pakistan dan Korea Selatan masing-masing dibawah 10 juta kilogram.<br /><br />Sedangkan minyak mentah inti sawit atau crude palm kernel oil (CPOK) total ekspornya mencapai 18,2 juta kilogram lebih dengan nilai ekspor 22,7 juta dolar AS dengan negara tujuan India, Malaysia, Belanda.<br /><br />Selain itu, palm kernel expeller total ekspor sebensar 69,7 juta kilogram dengan nilai ekspor 12 juta dolar AS lebih.<br /><br />Expeller inti sawit merupakan produk sampingan dari menghancurkan dan mengeluarkan minyak dari inti sawit.<br /><br />Produk ini dikenal dengan energi yang seimbang dan protein, serat tinggi, baik tingkat minyak residu dan tinggi asam palmitat. Selama bertahun-tahun, telah digunakan dalam pakan ternak ruminansia senyawa untuk dewasa seperti sapi perah, sapi sapi dan domba.<br /><br />Menurut Iqbal, Kendati saat ini untuk harga produk perkebunan sedang turun, namun untuk ke depan sawit dan karet masih akan menjadi komoditi yang cukup handal di pasar ekspor. <strong>(phs/Ant)</strong></p>