Harga Sayur Mayur Di Banjarmasin Melambung

oleh

Pada H+4 Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah harga sayur mayur di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melambung karena hingga kini belum ada kapal yang masuk Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sehingga pedagang terpaksa mendatangkan barang dagangannya dengan pesawat. <p style="text-align: justify;">Salah seorang pedagang sayur mayur di pasar tradisional Banjarmasin, Satura di Banjarmasin, Jumat mengatakan, selama lebaran, tidak ada kapal yang melakukan pelayaran ke Banjarmasin, sehingga terpaksa para tengkulak mendatangkan barang dengan pesawat.<br /><br />"Karena dengan pesawat, otomatis biaya angkutnya juga naik tajam, sehingga harga sayuran di pasaran juga naik," katanya.<br /><br />Kenaikan harga tersebut, tambah dia, berkisar antara Rp2 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, sedangkan untuk barang yang bisa diproduksi di daerah, seperti daging ayam, telur dan lainnya, harga relatif stabil bahkan cenderung turun dibanding saat menjelang lebaran maupun pada saat puasa.<br /><br />Beberapa barang yang naik yaitu kol atau kubis baik Rp4 ribu dari sebelumnya Rp5 ribu per kilogram menjadi Rp9 ribu per kilogram, kentang, naik Rp3 ribu dari sebelumnya Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogramnya.<br /><br />Selanjutnya, bawang prei mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari sebelumnya Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu, kembang kol sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu, cabe merah sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu, dan cabe rawit sebelumnya Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu.<br /><br />Sedangkan untuk bawang bombai harga relatif stabil yaitu rp15 ribu, bawang putih turun dari Rp18 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, bawang merah Rp28 ribu dan tomat Rp10 ribu per kilogram.<br /><br />Sementara untuk ayam, harganya masih Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram sedangkan harga normalnya antara Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.<br /><br />Salah seorang pembeli, Tulus mengungkapkan, kendati harga sayur mayur kini mengalami kenaikan signifikan, pihaknya terpaksa tetap membeli, karena untuk kebutuhan warung makannya.<br /><br />"Mahal atau murah, tetap harus kita beli, karena kita pedagang makanan masak, harus tetap menyediakan menu yang biasa kita jual," katanya.<br /><br />Dia berharap, pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut, dengan segera mengoperasikan armada laut, karena kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan.<br /><br />"Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, karena kita bisa bangkrut, bila harga kebutuhan pokok terus melambung," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>