Harga sembilan bahan pokok di sejumlah pasar harian dan pasar tradisional di Kotabaru, Kalimantan Selatan, hingga saat ini masih terpengaruh gelombang laut. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal, dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Zainal Arifin, didampingi Kabid Perdagangan Hj Ratnawati, Jumat mengatakan jika gelombang laut teduh dan pelayaran kapal cargo lancar, maka distribusi barang dari luar Kotabaru juga lancar sehingga harga sembako relatif stabil.<br /><br />Namun sebaliknya, jika terjadi gelombang laut tinggi, dan kapal cargo tidak diijinkan berlayar, maka persediaan barang akan menipis dan berakibat naiknya harga hingga beberapa persen.<br /><br />Ratnawati mengungkapkan terkadang meski terjadi gelombang tinggi dan kapal tidak dijinkan berlayar, harga sembako dipasaran di Kotabaru masih stabil.<br /><br />"Karena stok barang masih relatif mencukupi, sehingga harga masih tetap stabil," kata Ratnawati, seraya menambahkan hal itu sangat jarang terjadi.<br /><br />Selain faktor cuaca, perubahan harga sembako juga terpengaruh isu yang berkembang saat itu, misalkan gaji Pegawai Neheri Sipil (PNS) akan naik 10-15 persen.<br /><br />"PNS belum menerima kenaikan gaji, pedagang di Kotabaru sudah menaikkan harga barang kebutuhan sehari-hari," kata seorang PNS di Lingkungan Pemkab Kotabaru Nurhayati.<br /><br />Dia berpendapat, PNS tidak pernah menikmati uang dari kenaikan gaji.<br /><br />Hendaknya, kata dia, gaji tidak perlu dinaikkan yang penting harga barang juga tidak naik.<br /><br />"Sebab meski gaji naik 10 persen, tetapi barang-barang naiknya lebih dari kenaikan gaji tersebut," terangnya.<br /><br />Sementara itu, pantauan di pasar Kemakmuran Kotabaru, pekan ini harga beras unus Rp13.400 per kilogram (kg), beras semar Rp8.700 per kg, dan beras karang dukuh Rp11.400 per kg.<br /><br />Minyak goreng tanpa merk Rp11.000 per kg, Bimoli 620 ml Rp13.500, telur ayam 14.500 per kg dan daging sapi Rp80.000 per kg. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














