Harga Semen Di Perbatasan Rp1 Juta/Sak

oleh

Harga berbagai bahan kebutuhan pokok di perbatasan negara antara RI dan Malaysia Timur, tepatnya di wilayah Utara Kaltim, sangat tinggi, termasuk harga semen yang mencapai Rp1 juta per sak. <p style="text-align: justify;"> "Harga semen di perbatasan yang didatangkan dari Indonesia berkisar Rp750 ribu hingga Rp1 juta per sak, sedangkan semen yang didatangkan dari Malaysia mencapai kisaran Rp350 ribu, karena jaraknya lebih dekat," ujar Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak di Samarinda, Jumat.<br /><br />Ia melanjutkan, tingginya harga semen, termasuk harga premium yang mencapai Rp40 ribu per liter, dan harga barang-barang lainnya di kawasan perbatasan itu karena sulitnya angkutan atau transportasi untuk menuju ke kawasan itu.<br /><br />Di Kaltim, lanjutnya, hingga kini masih banyak kawasan yang belum dapat dijangkau dengan jalan darat, bahkan ada beberapa yang tidak memiliki akses jalur sungai dan jalan darat sehingga satu-satunya akses harus menggunakan jalur udara, seperti di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan.<br /><br />Sementara untuk membangun jalan darat untuk menembus kawasan itu akan menghadapi berbagai kendala, di antaranya adalah berbenturan dengan Taman Nasional Kayan Mentarang dan kawasan konservasi hutan, sehingga izin pemanfaatannya sangat sulit.<br /><br />Untuk itu, satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah mengembangkan Bandar Udara (Bandara) yang berada di Desa Long Bawan, yakni Bandara Yuvai Semaring di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan.<br /><br />Saat ini, lanjutnya, Bandara Yuvai Semaring hanya memiliki landasan pacu sepanjang 900 meter dengan lebar 23 meter, sehingga hanya bisa didarati pesawat kecil yang hanya mampu memuat sedikit bahan kebutuhan pokok bagi warga.<br /><br />Untuk itu, landasan pacunya perlu diperpanjang lagi hingga mencapai 1.600 meter, targetnya adalah agar dapat didarati jenis pesawat ATR dan Hercules, sehingga barang-barang yang dibutuhkan warga juga bisa lebih banyak diangkut dan harga barang juga bisa diturunkan.<br /><br />Dalam mendukung pengembangan Bandara Yuvai Semaring itu, Pemprov Kaltim dan DPRD setempat telah sepakat menggulirkan dana senilai Rp120 miliar yang akan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim selama dua tahun, yakni pada 2012 dan 2013, katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>