Hasil Panen Petani Batola Terkendala Transportasi

oleh

Petani Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan mengeluh sulitnya transportasi mengangkut hasil panen padi untuk dibawa ke pasar maupun ke gudang penyimpanan padi. <p style="text-align: justify;">Hal itu disampaikan Direktur Bank Indonesia Regional Kalimantan, Khairil Anwar, di Banjarmasin, Rabu, berdasarkan hasil pertemuan antara BI bersama forum petani Batola.<br /><br />"Salah satu komitmen BI adalah membantu petani dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, melalui intermediasi dengan dinas-dinas terkait melalui dialog dan pertemuan," katanya.<br /><br />Menurut Khairil, dalam dialog tersebut, petani mengeluhkan keterbatasan sarana transportasi untuk mengangkut hasil panen ke gudang penyimpanan, serta keterbatasan lumbung padi.<br /><br />"Pada Juli ini petani Batola akan segera menikmati hasil panen padi, tetapi mereka kesulitan untuk bisa mengangkut hasil panennya tersebut karena kondisi jalan dan keterbatasan transportasi," katanya.<br /><br />Menanggapi permasalahan tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batola, kata Khairil, telah menyediakan kendaraan untuk membantu transportasi petani pada musim panen mendatang.<br /><br />Begitu juga dengan permasalahan penyimpanan hasil panen diharapkan terpecahkan melalui sistem resi gudang (SRG) yang telah tersedia di Kabupaten Batola.<br /><br />"Dalam kaitan ini, Dinas Perindustrian, perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Batola menghimbau gapoktan untuk memanfaatkan gudang SRG sebagai tempat penyimpanan hasil panen karena kapasitas yang tersedia masih banyak," katanya.<br /><br />Disamping itu, SRG tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai agunan bank untuk memperoleh pembiayaan pada masa tanam berikutnya.<br /><br />Sementara itu, terkait upaya meningkatkan intermediasi perbankan, Bank Indonesia akan terus mengkoordinasikan dengan perbankan setempat, termasuk kanwil dan kantor pusat masing-masing bank agar pembiayaan dan layanan jasa perbankan lainnya dapat lebih diakses para petani dan masyarakat.<br /><br />Kondisi tersebut, tambah dia, relevan dengan isu "financial inclusion" yang mengharapkan layanan jasa perbankan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.<br /><br />"Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga upaya meningkatkan tabungan masyarakat, khususnya yang selama ini tidak pernah atau jarang berhubungan dengan bank", katanya.<br /><br />Saat ini, kata Khairil, beberapa perbankkan setempat, yakni Bank Kalsel Cabang Marabahan, BNI Marabahan, dan BRI Marabahan juga telah mendukung pembiayaan kepada petani klaster padi lokal baik melalui koperasi maupun gabungan kelompok tani (gapoktan).<br /><br />Adanya pihak perbankan dalam forum komunikasi tersebut, merupakan jawaban atas kebutuhan dana terkait program klaster seluas 70 hektare yang diperkirakan Bank Indonesia Banjarmasin mencapai Rp1,6 miliar, dengan asumsi produktivitas panen padi mencapai 3,5 ton per hektare. <strong>(phs/Ant)</strong></p>