Hasil Pertanian Kotim Menurun Akibat Kabut Asap

oleh

Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluh karena hasil pertanian mereka menurun signifikan diduga dampak kabut asap yang terjadi dua bulan terakhir. <p style="text-align: justify;">"Kabut asap cukup berpengaruh karena tanaman kekurangan sinar matahari akibat tertutup asap. Akibatnya, daun tanaman menjadi kriting bahkan ada yang mati. Hasil panen juga mengalami penurunan sampai 30 persen," kata Sekretaris Kelompok Tani Betang Makmur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Toyib di Sampit, Kamis.<br /><br />Kabut asap pekat yang terjadi setiap pagi, membuat cahaya matahari sulit tembus untuk menyinari tanaman dengan sempurna. Padahal cahaya matahari sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.<br /><br />Dampaknya, daun tanaman seperti cabai menjadi kriting dan berguguran. Akibatnya, proses perkembangan buah juga menjadi terganggu dan lamban sehingga hasil panen pun menurun dibanding biasanya.<br /><br />"Untuk tanaman cabai rawit seluas 0,1 hektare biasanya menghasilkan dua ton cabai, tetapi sekarang hanya sekitar 1,5 ton saja. Panen melon yang biasanya sampai enam ton, kini juga menurun menjadi hanya sekitar 4,5 ton," keluh Toyib.<br /><br />Penyebab lainnya, kata dia, kurangnya curah hujan beberapa bulan terakhir, sementara suhu udara meningkat tajam, membuat tanaman tidak bisa tumbuh subur seperti biasanya sehingga sangat berpengaruh terhadap buah yang dihasilkan.<br /><br />Menghadapi situasi ini, petani hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk terus menyirami tanaman agar tidak sampai kekeringan. Namun petani tidak kuasa menghadapi kabut asap yang masih terjadi dan berpengaruh terhadap pasokan cahaya terhadap tanaman.<br /><br />Toyib berharap kebakaran lahan dan kabut asap segera berakhir supaya akitivitas masyarakat kembali normal. Dia juga berharap hujan segera turun sehingga tanaman kembali tumbuh subur dan menghasilkan buah yang sehat dan banyak.<br /><br />Terkait kebakaran lahan, dia meyakinkan bahwa petani seperti mereka membersihkan lahan secara tradisional karena lahan yang mereka garap umumnya sudah bersih karena ditanami dan dibersihkan setiap musim tanam.<strong> (das/ant)</strong></p>