Hasil Uji Kemampuan Siswa Kotim Kurang Memuaskan

oleh

Hasil uji coba kemampuan (tryout) siswa SMA/MA dan SMK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang dilaksanakan 30 Maret-3 April 2013 dinilai sangat rendah dan kurang memuaskan. <p style="text-align: justify;">"Sesuai penghitungan terakhir hasil simulasi Ujian Nasional (UN) yang digelar Dinas Pendidikan Kotim belum ada yang mencapai 100 persen. SMA/MA 67,70 persen, sedangkan SMK hanya 66,18 persen," kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Yusuf di Sampit, Sabtu.<br /><br />Hasil rakapitulasi akhir simulasi UN tersebut telah disampaikan ke seluruh sekolah SMA/MA dan SMK dan diharapkan pihak sekolah dapat mengingatkan siswa lebih giat belajar menghadapi UN.<br /><br />Pelaksanaan UN dimulai pada 15 April 2013 sehingga tidak ada kesempatan dilakukan perbaikan atau pelatihan, salah satu solusinya adalah kesiapan para siswa sendiri.<br /><br />Berbeda dengan hasil uji coba kemampuan yang digelar sekolah, tingkat keberhasilannya cukup memuaskan. Bahkan ada beberapa sekolah yang mampu mencapai 100 persen.<br /><br />Meski hasil rekapitulasi simulasi UN kurang memuaskan, pihak Disdik tetap menargetkan angka kelulusan 2013 harus lebih baik dari tahun sebelumnya dan minimal sama.<br /><br />Dia mengatakan, tingkat kesulitan UN 2013 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, mulai dari aturan hingga sistemnya sangat berbeda.<br /><br />Teknis pelaksanaan UN 2013 juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika pada UN 2012 lalu hanya terdapat lima paket soal, tahun 2013 rencananya akan ada sebanyak 20 paket soal yang berbeda.<br /><br />Setiap ruangan hanya 20 peserta UN dengan 20 soal yang berbeda dan lebih rumit dibanding tahun sebelumnya. UN 2013 juga tidak ada istilah ujian ulang. Jadi siswa yang tidak lulus harus mengulang lagi selama satu tahun, dan tidak ada ujian paket C seperti sebelumnya.<br /><br />"UN tingkat SMA/MA dan SMK di Kotim akan diikuti 3.471 peserta, teridiri dari SMA/MA 2.183 peserta dan SMK 1.288 peserta. Peserta ujian 2013 bertambah 1.066 orang. Disdik menargetkan hasil UN lebih baik dari 2012," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>