Imlek bukan memandang dari sebuah agama. Tapi sebuah tradisi turun temurun dari daratan Tiongkok. Agama apapun tetap boleh merayakannya. <p style="text-align: justify;">da banyak hal yang selalu dinantikan bagi orang-orang yang merayakan<br />Imlek. Salahsatunya adalah berkumpul bersama keluarga besar.<br />Menurut Anggota DPRD Sintang Hermanto yang juga keturunan Tionghua ini Hari<br />Raya Imlek juga kental dengan warna merah, kue keranjang serta angpao.<br />Semua itu memiliki makna tersendiri.<br /> <br />Tak hanya merah tapi ada juga warna kuning dan emas, Warna merah memiliki makna keagungan, kebahagiaan dan kejayan, sedang kuning dan emas berarti kemakmuran.<br />”Makanya diharapkan saat hari raya Imlek menggunakan pakaian dengan<br />warna merah. Kue keranjang memiliki lima unsur seperti rezeki,<br />kesehatan, harta, panjang umur dan anak cucu semua terkandung menjadi<br />satu. Itu ditandakan dengan teksturnya yang lengket dan kenyal.<br />Makanya jika memotongnya menggunakan pisau akan kesulitan, jadi<br />menggunakan benang.”bebernya.<br /><br />Menurut Hermanto yang biasa di sapa Aci ini momen yang paling ditunggu<br />adalah angpao. Semua anak yang masih kecil dan belum menikah akan<br />menerima angpao dari orang dewasa. Tak hanya itu, orangtua yang sudah<br />berusia lanjut, juga akan mendapatkan angpao dari anaknya yang telah<br />sukses. Nah Itu menandakan baktinya pada orangtua yang telah merawat<br />dari kecil ”Sudah tradisi bagi orang tionghua jika merayakan imlek<br />”tukasnya<strong>(*)</strong></p>















