HGN Diharapkan jadi Titik Balik Nasib Guru

oleh
oleh

Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 71 Tahun 2016 yang akan diperingati pada 25 November mendatang menjadi momen yang diharapkan menjanjikan perbaikan bagi nasib para guru. <p style="text-align: justify;">Sumardi, Kepala SMA Karya Sekadau yang juga anggota PGRI menginginkan adanya reformasi oleh Pemerintah kepada nasib para guru. Ia menilai selama ini para guru masih jauh dari kata sejahtera.<br /><br />"Sedangkan tentangan guru semakin banyak,tugas-tugas guru semakin kompleka, tapi masih belum bisa sejahtera juga," ungkap Sumardi, (22/11).<br /><br />Terlebih, nasib para guru honorer yang hanya mengharapkan hitungan jam mengajar.<br /><br />"mereka yang honorer biasanya hanya dapat 400 sampai 500 ribu rupiah saja perbulan dari dana BOS," ujar Sumardi.<br /><br />Albinus, salah satu guru senior di Sekadau punya harapan agar kriminalisasi kepada para guru dapat dihilangkan.<br /><br />"Sekarang banyak guru harus berurusan dengan hukum karena dianggap melakukan tindakan kekerasan kepada anakdidik, padahal tindakan dilakukan guru adalah mendidik," ucap Albinus. (KN)</p>