Hujan Deras Guyur Sampit Kurangi Kecemasan Kebakaran

oleh

Hujan deras yang mengguyur Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dinilai cukup mengurangi kecemasan masyarakat terhadap ancaman kebakaran lahan dan kabut asap. <p style="text-align: justify;"><br />"Alhamdulillah hujan juga. Kalau tidak ada hujan, khawatir juga kebakaran lahan kembali marak. Belakangan ini saja kalau pagi itu mulai tercium bau gosong bekas kebakaran lahan," kata Hadi, warga Jalan HM Arsyad di Sampit, Jumat.<br /><br />Hujan cukup deras terjadi sekitar pukul 15:30 WIB, selama sekitar dua jam, khususnya di Kecamatan Baamang. Hujan ini disambut gembira masyarakat karena sekitar dua pekan terakhir daerah ini tidak diguyur hujan, seiring mulai masuknya musim kemarau.<br /><br />Seperti biasanya, tibanya musim kemarau menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Kotim. Lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api membakar hingga ke dalam tanah.<br /><br />Jika kebakaran lahan marak, dampak yang dikhawatirkan adalah munculnya kabut asap. Selain mengganggu kesehatan masyarakat, kabut tebal dikhawatirkan mengganggu alat transportasi sehingga berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.<br /><br />"Mudah-mudahan saja kemarau tahun ini masih ada hujannya jadi kebakaran lahan tidak sampai marak," harap Sudiono, warga lainnya.<br /><br />Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika meminta masyarakat di sembilan kecamatan lebih waspada karena daerah mereka rawan kebakaran lahan lantaran curah hujannya pada Juli ini diprediksi di bawah normal.<br /><br />"Sifat hujan bulan Juli di bawah normal, artinya kurang dari 150 milimeter dalam satu bulan," kata Kepala BMKG Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni.<br /><br />Dari 17 kecamatan di Kotim, sembilan kecamatan diprediksi akan mengalami penurunan curah hujan signifikan. Yaitu Antang Kalang, Mentaya Hulu, Parenggean, Cempaga Hulu, Cempaga, Kota Besi, Baamang, Telawang dan Bukit Santuai.<br /><br />Sebagian besar kecamatan rawan kebakaran lahan tersebut berada di kawasan utara Kotim. Namun ada satu kecamatan yang berada di Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotim, yaitu Baamang. Kawasan rawan kebakaran lahan di Baamang meliputi kawasan lingkar utara dan ruas Sampit-Kota Besi. (das/ant)</p>