Hujan Iringi Peserta UN SMP Di Sampit

oleh

Hujan deras mengiringi ribuan pelajar SMP dan MTs di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang mengikuti hari pertama Ujian Nasional (UN) SMP. <p style="text-align: justify;"><br />"Mau tidak mau harus menerobos hujan. Biasanya kalau hujan deras seperti ini, kalau terlambat kan masih ada toleransi, tapi kalau UN takutnya tepat waktu. Jadi, daripada telat, lebih baik menerobos hujan," kata seorang peserta UN, Widya, di Sampit, Senin.</p> <p style="text-align: justify;">Di sekitar SMPN 1 dan SMPN 2 Sampit, arus lalu lintas terlihat sedikit padat. Banyak pengendara, baik yang mengendarai sepeda motor maupun mobil, berhenti sedikit lebih lama untuk menurunkan anak mereka ke depan sekolah di tengah hujan deras.</p> <p style="text-align: justify;">Dua sekolah yang terletak di Jalan Achmad Yani itu letaknya berdampingan sehingga sering macet ketika saat-saat waktu masuk mau pulang sekolah karena banyaknya kendaraan antarjemput.</p> <p style="text-align: justify;">Apalagi, hujan membuat banyak kendaraan pengantar yang bertahan cukup lama sehingga harus bergantian.</p> <p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit sudah mengingatkan bahwa potensi hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Masa transisi musim hujan ke kemarau saat ini harus diwaspadai karena cuaca bisa berubah dalam waktu singkat.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, sejak pukul 01.00 WIB, hujan deras mengguyur Sampit, bahkan sempat disertai angin kencang. Hujan baru mulai reda pukul 07.30 WIB, sehingga sempat mengganggu masyarakat yang hendak beraktivitas, termasuk para pelajar.</p> <p style="text-align: justify;">Data Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, jumlah peserta UN tingkat SMP/MTs mencapai 5.201 orang yang tersebar di 108 sekolah. Naskah soal UN telah didistribusikan ke sekolah-sekolah pekan lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Dinas Pendidikan menargetkan persentase kelulusan tahun ini mencapai 99 persen, seperti tahun sebelumnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p>