Home / Tak Berkategori

Hujan Sepanjang Tahun Diperkirakan Kembali Landa Kalsel

- Jurnalis

Kamis, 7 April 2011 - 05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan Sriyono mengatakan hujan sepanjang tahun diperkirakan akan kembali terjadi di Kalimantan Selatan pada 2011 sebagaimana terjadi pada 2010. <p>"Badan Meteorologi dan Geofisika memprediksi hujan akan berlangsung hingga Juni 2011," katanya, usai acara koordinasi antara kepala dinas Pemprov Kalsel bersama Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri di Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Namun dari informasi yang dihimpun diprediksi hujan akan terjadi sepanjang tahun 2011 seperti yang terjadi pada 2010, katanya.<br /><br />Mengantisipasi kemungkinan tersebut, kata dia, pihaknya meminta kepada petani untuk menanam padi yang tahan pada ketinggian air dalam waktu cukup lama.<br /><br />Hal tersebut, kata dia, mengantisipasi agar peristiwa yang terjadi 2010 yaitu banyak petani terpaksa tidak tanam karena sawah mereka terendam sepanjang tahun.<br /><br />"Dengan adanya penemuan baru yaitu padi yang tahan genangan, diharapkan gagal tanam yang terjadi selama 2010 tidak terulang," katanya.<br /><br />Sebagaimana diketahui, akibat musim yang tidak menentu dan hujan yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Kalsel membuat sebagian besar petani di lahan gambut atau lebak tidak bisa menanam padi.<br /><br />Bahkan beberapa petani dari lahan gambut seperti dari Kecamatan Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) harus mengungsi ke daerah lain untuk bisa tetap bercocok tanam.<br /><br />Sedangkan untuk petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang seluruh wilayahnya merupakan wilayah rawa-rawa, terpaksa berhenti bercocok tanam sepanjang tahun.<br /><br />Kondisi tersebut membuat target produksi padi Kalsel turun drastis dari sebelumnya 1,9 juta ton lebih menjadi hanya 1,8 juta ton.<br /><br />Selain itu, harga beras lokal juga meroket naik dari sebelumnya Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram menjadi Rp12 ribu per kilogram lebih.<br /><br />"Kita berharap dengan ditemukannya bibit padi yang tahan genangan tersebut produksi padi Kalsel kembali meningkat dan target produksi 2 juta ton lebih bisa tercapai," kata Sriyono. .<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru