Hukum Adat Tetap Dapat Kepercayaan

oleh
oleh

Hukum adat masih mendapat kepercayaan dan hormat dari masyarakat. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) I Kabupaten Sekadau Mateus Tius warga bahkan lebih merasa malu dihukum adat dibandingkan dengan hukum positif. Pasalnya, masyarakat secara langsung mengenakan sanksi dengan didahului prosesi adat. <p style="text-align: justify;">"Inilah kelebihan dari Hukum Adat,” sebut dia, belum lama ini.<br /><br />Lanjutnya banyak kejahatan maupun pelanggaran norma di masyarakat dapat diselesaikan melalui hukum adat. Mateus mengatakan hukum adat lebih dekat dengan budaya dan penuh dengan kearifan lokal dengan mengedepankan negoisasi dan mufakat. <br /><br />“Artinya hukum adat mempertimbangkan sosial dan memberi keadilan kepada pihak terkait,” katanya.<br /><br />Kabupaten Sekadau menurut data memiliki 14 anak suku dan masing-masing memiliki hukum adat. DAD menurutnya sangat berperan memfasilitasi dan memberi pembinaan, sehingga posisi hukum adat semakin mendapat tempat dan para tokoh adat semakin paham terhadap pelaksanaan hukum tersebut. <br /><br />“Hukum adat tetap diperlukan dan banyak memberi peran keteraturan dalam masyarakat,” sebut dia.<br /><br />Senada dengannya, Timanggong Nanga Taman Abdurrahman memastikan adat turut menyelesaikan berbagai kasus di wilayah masing-masing. Mayoritas warga puas dengan penyelesaian secara hukum adat. Bahkan enggan dibawa ke jalur hukum formal. <br /><br />Hukum adat kata Abdurrahman turut berkontribusi terhadap keadilan di tingkat paling kecil, yakni RT masing-masing. Meskipun para pengurus adat bekerja tanpa gaji namun selalu penuh tanggungjawab dan tanggap. <br /><br />“Hukum adat cepat hasilnya dan tetap mengedepankan keadilan,” ujar dia. <strong>(phs)</strong></p>