Hutan Wisata, Objek Wisata Kota Yang Terbengkalai

oleh

Wisata rekreasi identik dengan suasana sejuk dan indah dipandang mata, namun bagaimana jika objek wisata itu terbengkalai tak terurus bahkan rusak disebagian besar sarana wisata. <p style="text-align: justify;">Di Kabupaten Sintang salah satu objek rekreasi lokal Hutan Wisata Baning rusak parah, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.<br /><br />Objek rekreasi  Hutan Wisata Baning dengan luas areal 213 hektare kondisinya kini sangat memprihatinkan, selain luasan areal yang terus menyempit akibat perambahan rumah penduduk serta kebakaran lahan,  objek wisata inipun terkesan sudah tidak lagi terurus padahal objek wisata rekreasi yang menyuguhkan keteduhan hutan asli kalimantan ini, sempat menjadi primadona masyarakat lokal karena lokasinya yang berada dijantung kota Sintang.<br /><br />Rusaknya sejumlah ruas jembatan yang membelah Hutan Wisata Baning membuat objek wisata ini sepi pengunjung, padahal disekitar tahun 2010 objek wisata ini mampu menyedot pengunjung hingga 500  orang  dalam setiap minggunya.<br /><br />Hanya saja pasca tidak lagi terurus oleh pemerintah, objek wisata ini benar-benar terbengkalai. <br /><br />Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengakui jika pemerintah tidak pernah memfokuskan pembangunan dan perawatan hutan wisata baning, sebab status kepemilikan kawasan tersebut adalah milik pemerintah pusat melalui BKSDA  bahkan atas terbengkalainya Hutan Wisata Baning juga pernah menjadi sorotan tajam DPRD Kabupaten Sintang.<br /><br />" Objek Hutan Wisata Baning bukan milik kita melainkan milik BKSDA, sehingga pengelolaan sepenuhnya ditangan BKSDS" ungkap senen maryono. <br /><br />Objek rekreasi Hutan Wisata Baning ini sendiri sebenarnya memiliki tingkat pembelajaran tentang hutan yang cukup baik, sebab dulunya  hampir disetiap batang pohon yang tumbuh, ditulis dengan sebuah plang nama jenis dan nama pohon,  sehingga pengunjung bisa mengetahui jenis dan nama pohon yang tumbuh , namun sayangnya, plang-plang nama yang tertancap di pohon-pohon itu kini hilang karena ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab.<br /><br />Secara teknis dalam pengelolaannya, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata sendiri siap membantu mengembangkan Hutan Wisata Baning, namun dengan konsekwensi Pemerintah Kabupaten diijinkan untuk menarik retribusi guna menambah PAD sekaligus untuk biaya perawatan, ungkap Senen. <strong>(ysv/das)</strong></p>