Pada Sabtu, 11 Februari 2012, sekitar pukul 07.00 WIB, Keluarga Besar Wakil Bupati Sintang mendapat kabar bahwa Ibunda Lucia Havi Tidja meninggal di Pontianak setelah mengalami sakit sekitar setahun. Siang itu, juga jenazah langsung diterbangkan menuju Sintang. Sekitar pukul 15. 00 WIB, jenazah sudah tiba di Bandara Susilo Sintang. <p>Sebelum dimakamkan pada hari Minggu 12 Februari 2012, seluruh keluarga mempersembahkan misa arwah yang dilaksanakan di Gereja Katedral Kristus Raja yang diikuti oleh ratusan keluarga dan pelayat. Keluarga dari Mendalam Kabupaten Kapuas Hulu Nampak hadir. Misa arwah yang dipimpin Pastor Yohanes Pranoto, PR didampingi 3 orang pastor tersebut berlangsung penuh haru. Satu persatu seluruh keluarga memberikan penghormatan kepada Ibu Lucia Havi Tidja. Ibunda Lucia Havi Tidja dimakamkan di Pemakaman Umum Kristen bersebelahan dengan suami tercinta Drs. Lucas Marcus Tidja yang pada 28 April 1991 yang lalu sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ibu Lucia Havi Tidja meninggal dalam usia 73 tahun. Beliau dilahirkan di Sungai Iting Mendalam Kabupaten Kapuas Hulu pada 14 Desember 1939. Beliau merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Beliau memiliki 7 orang anak dan 7 orang menantu dan 11 orang cucu. </p> <p>Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Drs. H. Zulkifli, HA, M. Si berharap keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan mengiklaskan kepergian beliau. “beliau adalah orang yang baik sehingga kita percaya arwah beliau di terima di sisi Tuhan. Dulu saat beliau menjadi pembicara dalam sebuah kegiatan yang saya ikut, Ibu Lucia Havi Tidja pernah menyampaikan kepada saya pribadi agar bekerja dengan baik dan benar. Pesan itu saya ingat betul, sehingga beliau saya anggap sebagai ibu saya juga” jelas Sekda.</p> <p>Hendrika, S.Sos, M. Si mewakili seluruh keluarga menjelaskan bahwa Ibu Lucia Havi Tidja merupakan sosok hebat yang rendah hati, berjiwa sosial, dan pekerja keras. “dalam hal berpakaian juga, beliau adalah orang yang rapi. Kami ingin meneladani sikap beliau yang suka bekerja keras, berjiwa social dan selalu tampil rapi. Kami bahagia karena ibunda kami sudah bersama Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi kami juga berduka karena beliau sudah tidak bersama kami lagi” jelas Hendrika.</p> <p>“karena sifat beliau yang baik semasa hidupnya, dari proses membawa jenazah dari Pontianak hingga proses pemakaman ini, berjalan sangat lancar karena banyak orang yang secara iklas membantu. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan banyak pihak” tambah Hendrika.</p> <p> Guna mendoakan arwah Ibunda Lucia Havi Tidja, keluarga mengadakan doa dan misa selama tiga malam berturut-turut dan pada hari ketujuh akan mengadakan misa. “kami mengundang umat Katolik di Kota Sintang untuk turut mendoakan arwah beliau” terang hendrika.</p> <p> </p>















