ICW kritisi dana pemulangan Nazaruddin

oleh

Indonesia Corruption (ICW) mempertanyakan anggaran negara senilai Rp4 miliar yang digunakan untuk memulangkan tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet, M Nazaruddin, dari Bogota, Kolombia ke Indonesia. <p style="text-align: justify;">"Semua dana negara yang digunakan itu harus dipertanggungjawabkan. Pemerintah seharusnya memaksimalkan berbagai fasilitas yang dimilikinya," ujar Emerson Yuntho, Anggota Badan Pekerja ICW di Jakarta, Sabtu.<br /><br />Menurut Emerson, pengeluaran negara untuk penjemputan mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat itu seharusnya bisa lebih dihemat dan tidak perlu mengirim sedemikian banyak orang untuk menjemputnya.<br /><br />ICW juga mempertanyakan bagaimana dengan pencarian hingga penjemputan orang-orang yang masuk dalam daftar pencarian orang seperti halnya Nazaruddin tersebut.<br /><br />"Tidak jelas pula dari pos anggaran mana uang itu diambil. Kalau dananya diambil dari pos di sejumlah kementerian yang tidak ada anggarannya, maka itu bisa berpotensi menjadi korupsi baru," ujarnya.<br /><br />Emerson mengkhawatirkan dana yang dikucurkan negara untuk memulangkan para tersangka KPK itu mengada-ada dan hasilnya pun juga tidak akan seimbang dengan pengembalian uang yang dikorupsi para koruptor.<br /><br />"Jadi harus ada keseimbangan antara biaya yang telah dikeluarkan negara dengan uang yang dikembalikan para koruptor," ujarnya.<br /><br />Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana menjelaskan, anggaran sebesar Rp4 miliar itu bukan hanya untuk pemulangan Nazaruddin, tetapi keseluruhan proses dari awal hingga pemulangan saat ini.<strong>(phs/Ant)</strong></p>