Home / Tak Berkategori

IDI : Kekurangan Peralatan Sebabkan Minimnya Dokter Spesialis

- Jurnalis

Senin, 7 November 2011 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat, Honggo Simin mengatakan salah satu faktor penyebab kekurangan dokter spesialis di provinsi itu karena minimnya peralatan untuk mereka dalam melaksanakan tugas. <p style="text-align: justify;">"Kebanyakan para dokter menumpuk di Kota Pontianak sedangkan di daerah ada yang kosong. Saat ini saja, dokter spesialis anak masih kurang, sekarang hanya ada 14 orang," kata Honggo, di Pontianak, Senin.<br /><br />Honggo menuturkan, jumlah dokter spesialis tidak dapat dijumlahkan seluruhnya karena jumlahnya beragam dan untuk dokter spesialis anak sendiri dari 14 tersebut, di Pontianak ada lima orang dan lainnya tersebar di kabupaten/kota lain yang ada di Kalbar.<br /><br />"Rata-rata, kalau saya katakan banyak yang kurang, apa lagi tenaga tersebut memang minim di Kalbar. Dokter yang ingin mengambil spesialis harus kerja dulu di pemerintah atau swasta beberapa lama kemudian di rekomendasikan sekolah baru mengambil spesialis," tuturnya.<br /><br />Menurut Honggo, kekurangan dokter spesialis di Kalbar mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal.<br /><br />"Permasalahan distribusi tenaga kebanyakan mengumpul di kota, dan penyebarannya tidak merata. Tapi untuk di kota sendiri masih terbilang kurang. Kita punya ahli bedah tulang sebagian besar berada di kota, sedangkan di daerah tidak ada," tuturnya.<br /><br />Dia juga mengungkapkan penyebab tidak adanya dokter spesialis di daerah dikarenakan fasilitas untuk seorang dokter bekerja tidak menunjang sehingga mereka enggan untuk berada di daerah.<br /><br />"Kita tetap berupaya melakukan distribusi dokter agar lebih baik dan merata. Kecenderungan seorang dokter berada di perkotaan di karenakan kemudahan untuk mengakses ilmu pengetahuan (gampang belajar di fakultas)," ujarnya.<br /><br />Honggo menjelaskan para dokter spesialis yang bekerja di daerah dibayar dengan gaji yang sama seperti yang ada di kota, sesuai dengan golongan masing-masing.<br /><br />"Walaupun daerah berupaya mengakomodirnya dengan berbagai fasilitas dan tunjangan. Kita berharap dalam jangka waktu panjang daya beli masyarakat yang lebih baik, sehingga kemampuan mereka menjangkau spesialis lebih tinggi dan itu menjadi daya tarik dari mereka," jelas Honggo.<br /><br />Honggo menambahkan masalah kekurangan peralatan sendiri menjadi permasalahan sekunder.<br /><br />"Untuk masalah alat itu sekunder, jika pasiennya tidak ada juga tidak bisa. Jika di Pontianak seorang ahli bedah dapat mengoperasi 5 orang, sedangkan didaerah mungkin dua minggu sekali baru ada pasien dan mungkin itu salah satu daya tarik yang kurang menarik bagi mereka," tuturnya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Berita Terbaru