Iklim Membuat Musim Buah Kalsel Tak Menentu

oleh

Perubahan iklim yang dirasakan belakangan ini membuat musim buah-buahan di kawasan pedalaman Kalimantan Selatan menjadi tidak menentu. <p style="text-align: justify;">"Kami benar-benar bingung dan tak mengerti, baru saja musim buah berakhir,tapi sekarang pohon buah-buahan berbunga lagi, apakah musim buah lagi," kata Aspiani penduduk Desa Panggung Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Selasa.<br /><br />Kebiasaan,musim buah di kawasan tersebut hanya setahun sekali, dimulai berbunga sekitar bulan Oktober dan panen antara Desember hingga Pebruari.<br /><br />Tetapi sekarang baru bulan Juli, tetapi pohon buah-buahan sudah berbunga lagi, berarti akan terjadi musim buah lebih cepat dibandingkan kebiasaan.<br /><br />Pohon buah yang sudah berbunga tersebut seperti jenis mangga-mangga lokal, beberapa jenis durian dan familinya, rambutan, rambai, dan aneka jenis buah lokal lainnya.<br /><br />Hal tersebut terjadi diperkirakan karena musim yang tidak menentu, yang seharusnya bulan Juni,Juli dan Agustus musim kemarau, tetapi sekarang masih musim hujan.<br /><br />Bahkan beberapa lokasi justru terjadi kebanjiran seperti di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, katanya.<br /><br />Perubahan musim yang ekstrem belakangan membuat warga sulit memprediksi terhadap musim buah-buahan bahkan musim tanam padi persawahan.<br /><br />Kalau musim normal, banyak lahan lebak (lahan yang selalu tergenang air) pada bulan Juli ini kekeringan dan bisa ditanami padi gogo atau jenis varietas lokal sesuai lahan, tetapi karena terus tergenang maka lebak sulit pula ditanami, kata Aliansyah seorang petani sawah menambahkan.<br /><br />Kabupaten Balangan termasuk Kabupaten Tabalong merupakan sentra buah-buahan Kalsel,karena lahannya dataran tinggi dan Pegunungan dan selama ini kedua wilayah tersebut termasuk produsen terbesar durian , cempedak, dan langsat untuk Kalsel, bahkan di bawa ke Kaltim dan Kalteng. <strong>(phs/Ant)</strong></p>