India merupakan salah satu negara pengekspor terbesar komoditi batubara asal Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) periode Februari 2011. <p style="text-align: justify;">"Ekspor batubara kesembilan negara tujuan mencapai 3,4 juta metrik ton pada Februari, India pasar terbesar," kata Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal, dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Zainal Arifin, didampingi Kabid Perdagangan Hj Ratnawati, Jumat.<br /><br />Dijelaskan, volume ekspor batubara ke India mencapai 1,2 juta Metrik Ton (MT) dengan nilai ekspor sebesar 47,18 juta dolar AS.<br /><br />China peringkat kedua pengekspor batubara asal Kotabaru. ekspor "emas hitam" ke negeri "tirai bambu" periode Pebruari mencapai 0,7 juta mt dengan nilai ekspor sebesar 34,40 juta dolar AS.<br /><br />Sedangkan Jepang menduduki peringkat ketiga pengekspor terbesar, yakni sebesar 0,6 juta mt dengan nilai ekspor sekitar 76 juta dolar AS.<br /><br />Malaysia menduduki peringkat ke empat, yakni sebesar 286 ribu mt dengan nilai ekspor sebesar 31 juta dolar AS, dan Philipina menduduki peringkat ke lima terbesar, yakni sebesar 194 ribu mt dengan nilai ekspor sekitar 14 juta dolar AS.<br /><br />Disusul Taiwan, Italia dan Thailand, masing-masing negara tersebut mengekspor batubara asal Kotabaru sebesar 105 ribu mt, 65 ribu mt dan 33 ribu mt, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar 8 juta dolar AS, 4 juta dolar AS dan 1 juta dolar AS.<br /><br />Ratnawati mengungkapkan, besar kecilnya ekspor batubara ke suatu negara dipengaruhi oleh dua faktor penting.<br /><br />Pertama faktor permintaan dan kedua faktor harga, jika permintaan tinggi dan harganya cukup baik, maka ekspor batubara ke negara tersebut dapat dipastikan akan tinggi.<br /><br />Sebelumnya, Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Nor MAP, menegaskan kepada pemerintah, hendaknya membuat batasan yang proporsional untuk ekspor batubara.<br /><br />"Batasan tersebut bertujuan agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu, khususnya untuk BBM power plant," terangnya.<br /><br />Ia tidak menginginkan hasil produksi batubara asal Kotabaru semuanya diekspor, sementara kebutuhan BBM power plant tidak tercukupi.<br /><br />"Jika hal itu terjadi, maka jangan salahkan PLN jika harus ada pemadaman bergilir," paparnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>














