Indocement Temukan Delapan Bekantan Terjebak Asap

oleh

Perusahaan semen merk Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tarjun Tbk, di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menemukan delapan bekantan yang terjebak di lingkungan perkebunan karena asap kebakaran hutan dan lahan. <p style="text-align: justify;">Manager Coorporate Social Responsibility/Cummunity Development PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun H Teguh Iman Basoeki, di Kotabaru, Kamis mengatakan, tujuh dari delapan ekor bekantan yang terjebak sudah dilepas kembali ke alam setelah dua hari dirawat.<br /><br />"Sedangkan satu ekor bekantan yang hamil untuk sementara dirawat karena kondisinya lemah," kata Teguh.<br /><br />"Alhamdulillah," lanjut dia, "dua hari yang lalu bekantan yang hamil tersebut melahirkan seekor bayi bekantan, belum ditahui apakah betina atau jantan." Menurut Teguh, bayi bekantan dan induknya masih akan dirawat hingga kondisinya memungkinkan untuk dilepas ke habitatnya, karena apabila langsung dilepas rawan terhadap serangan bekantan jantan dan bisa menimbulkan kematian.<br /><br />"Biasanya, bekantan jantan yang dewasa sewaktu-waktu bisa menyerang bayi bekantan jantan, karena dianggap suatu saat nanti bisa menjadi pesaingnya," ujarnya.<br /><br />Untuk itu, bayi bekantan dari indukan bekantan yang terjebak tersebut tidak langsung dilepas, hingga kondisi kesehatan bayinya benar-benar mampu untuk hidup di alam bebas.<br /><br />Teguh mengemukakan, delapan ekor bekantan yang dikembalikan ke alam tersebut ditemukan warga di perkebunan, terjebak di sumur dan kolam milik warga sekitar hutan mangrove.<br /><br />Penemuan tersebut dilaporkan warga ke Indocement, dan oleh tim dari Indocement langsung mengambilnya dan dilakukan ‘rescue’ mengembalikan ke habitatnya di hutan mangrove di lingkungan perusahaan.<br /><br />Hingga saat ini Indocement telah melakukan penangkaran bekantan atau kera hidung panjang (Nasalis larvatus), dengan rusa sambar (Cervus unicolor) di sekitar lokasi perusahaan.<br /><br />"Penangkaran dimulai pada 2010, dari tiga ekor bekantan kini sudah menjadi sembilan ekor bekantan," kata dia.<br /><br />Penangkaran kata Teguh, merupakan salah upaya Indocement peduli dan usaha penyelamatanprimata yang dilindungi seperti bekantan.<br /><br />Untuk melakukan penangkaran, Indocement berkoordinasi dengan lembaga-lembaga ahli primata, seperti Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor (IPB). (das/ant)</p>